BERITASUKABUMI.ID – Tragedi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Rudi Hartono (28) seorang Karyawan PT. ISS yang bekerja di perusahan PT. Indolakto (C2) kini hanya tinggal kenangan. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (15/07/23) sekitar pukul 05.57 WIB.
Dari hasil keterangan, korban merupakan warga Kampung Ciutara RT 21/08, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Namun, tiga tahun terakhir ini ia bersama istri dan anaknya menetap di Kampung Benteng RT 07/04, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Ketua RT 07/04, Agus Salim mengatakan, semasa hidupnya, almarhum dikenal sangat ramah dan sangat aktif di lingkungannya.
“Almarhum adalah sosok pendiam, akan tetapi selama ini ia selalu aktif dalam segala kegiatan yang ada lingkungan,” ujarnya kepada beritasukabumi.id.
Menurutnya, atas kepergian almarhum tentu menjadi duka bagi keluarga dan warga sekitar. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Widi (28) dan seorang anak perempuan berusia 2 tahun.
“Kebetulan hubungan saya dengan istri almarhum adalah keponakan, jadi sangat tahu percis keseharian mereka,” singkatnya.
Sementara itu, Istri Almarhum Widi (28) mengatakan, sebelum menikah memang almarhum sudah menjadi karyawan PT. ISS yang di pekerjakan di PT Indolakto (C2).
“Setahu saya sudah kurang lebih 4 tahun, almarhum bekerja di PT Indolakto (C2) sebagai karyawan PT ISS,” kata dia.
Menurutnya, sebelum peristiwa kecelakaan terjadi almarhum berangkat kerja dari rumah pada Jumat sekitar pukul 21.30 WIB, ketika itu almarhum bekerja bagian shif 3 di bagian gudang.
“Saya mendapat informasi dari teman almarhum sekitar pukul 07.00 WIB, bahwa almarhum mengalami kecelakaan dan berada di RS BMC dan kondisinya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Widi menjelaskan, dengan adanya musibah seperti ini mungkin sudah menjadi takdir dan ia harus mengikhlaskan kepergian sang suami untuk selama-lamanya. Ketika disinggung terkait pertanggungjawaban dari pihak perusahaan, Widi menjawab tidak mengetahui.
“Ini sudah hari ke 3 almarhum, pihak perusahaan hanya sejak kejadian saja terlihat datang, dan mengenai hal apa-apanya saya tidak tahu, karena yang mengurus segala sesuatunya pihak keluarga almarhum dan bapak saya,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Yanto






