BERITASUKABUMI.ID – Puluhan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kartu Indonesia Pintar (KIP) ditemukan warga ditempat rongsok di Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.
Dari hasil investigasi, puluhan ATM KIP tersebut berasal dari SMK Al-Bashriyah yang berlokasi di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Setelah dikonfirmasi, Kepala SMK Albashriyah, Irwan membenarkan bahwa puluhan ATM KIP yang ditemukan itu milik siswa-siswinya.
“Jadi dulu sekitar 2019, kepala sekolahnya bukan saya, melainkan almarhum pak Ujang Abdulah. Saya jadi kepala sekolah tahun 2023. Nah, sedangkan kartu ATM KIP itu program tahun 2019 dari aspirasi dewan PPP,” ujarnya saat ditemui awak media, Senin (05/05/25).
Lanjutnya, berdasarkan informasi dari istri almarhum, dulu itu rumahnya sempat kebobolan maling. Bahkan sampai 2 kali, kemungkinan kartu ATM KIP itu ikut dicuri, karena ada salahsatu barang yang hilangnya itu sebuah tas.
“Kemungkinan di dalam tas itu isinya kartu ATM KIP, cuma sangat disayangkan peristiwa itu katanya tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” kata dia.
Menurutnya, kini peristiwa tersebut sudah ditangani Reskrim Polsek Cidahu, bahkan Humas dari sekolah tersebut sudah dilakukan BAP oleh pihak kepolisian.
“Iya kalau kami mau dilanjut atau enggak ya silahkan, dari penyelidikan ke penyidikan. Tapi setelah berbicara ke istri almarhum katanya sudah mengikhlaskan,” bebernya.
Ia menjelaskan, dengan adanya peristiwa hilangnya kartu ATM KIP, berawal dari pencurian dan kalau ini tidak terjadi pencurian mungkin kartu tersebut tidak ditemukan.
Bahkan, ia berharap tidak ada lagi program indonesia pintar aspirasi, karena dengan adanya PIP aspirasi itu biasanya menghambat yang reguler.
“Karena kalau yang aspirasi itu semua data siswa kita berikan, jadi tidak ada seleksi bahwa mereka itu mampu dan tidak mampu dan kurang tepat sasaran,” tegasnya.
Disinggung masalah data siswa yang mendapatkan bantuan tersebut, Irwan menyebut belum bisa memberikan. (Herwanto)





