BERITASUKABUMI.ID – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait belum tertanganinya 13 peristiwa bencana yang terjadi di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, sejak tahun 2025 lalu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Dedih Hidayat, angkat bicara membeberkan alasan di balik tertundanya penanganan dan penyaluran bantuan di lokasi.
Menurut Dedih, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan buffer stock atau stok cadangan logistik yang baru akan tersedia secara penuh pada bulan April 2026. Hal ini membuat pihaknya belum bisa memberikan kepastian atau janji terkait besaran bantuan stimulan yang akan diberikan.
“Alasan belum meninjau lokasi karena buffer stock di BPBD baru tersedia di bulan April 2026. Jadi belum bisa menjanjikan bantuan stimulan yang akan diberikan terkait kebencanaan yang sudah terjadi di Desa Cisaat,” ujar Dedih, Kamis (23/04/26).
Meski demikian, ia memastikan bahwa penanganan terhadap kasus-kasus tersebut akan segera direalisasikan. Salah satu alasannya karena usulan atau proposal penanganan bencana dari desa baru masuk dan diterima melalui Pusat Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug pada bulan ini.
“Insya Allah direalisasikan, karena untuk proposalnya pun baru masuk bulan April melalui P2BK Cicurug,” kata dia.
“Kalau untuk TPT, kita tidak melaksanakan pembangunan paling bisa membantu stimulan bronjong kalau stok masih ada,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, menyebutkan bahwa total ada 13 kasus yang belum tertangani, mulai dari kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem, kebakaran, hingga jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT). Pihak desa mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut sejak lama, namun baru ada tindak lanjut resmi dari BPBD saat ini seiring ketersediaan anggaran dan logistik. (Red)




