BERITASUKABUMI.ID – Diterpa angin kencang, atap bangunan panti asuhan yatim piatu Yayasan Nurun Nisa yang berlokasi di Kampung Bangbayang RT 01/01, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi porak-poranda, Sabtu, 09 Desember 2023 kemarin sore.
Pengurus Yayasan Nurul Nisa, Ocid Abdul Rosid mengatakan, bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, di mana saat itu hujan deras disertai angin kencang hingga mengakibatkan sebagian atap genteng dan asbes bangunan panti asuhan tersebut beterbangan dan berjatuhan.
“Pada saat kejadian, anak-anak panti sedang melaksanakan sholat ashar di masjid. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya sebagian atap ruangan panti yang rusak,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Minggu (10/12/23).
Selanjutnya, ada dua atap bangunan yang terdampak akibat adanya angin kencang tersebut yaitu atap bangunan asrama putra dan atap bangunan aula pertemuan, adapun upaya yang sudah dilakukan kini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bangbayang dan pihak Kelurahan Cicurug.
“Alhamdulillah, sudah ada respon baik dari pemerintah setempat melalui asesment dan evakuasi untuk membersihkan puing-puing yang berserakan, dan saya berharap bisa ada penanganan secepatnya mengingat bangunan ini digunakan sebagai asrama untuk tidur anak-anak putra,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan PAUD dan TK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Elis Teja’ah mengatakan, bahwa dirinya telah mendapat laporan dari pengawasan TK bahwa adanya salah satu PAUD dan TK Nurun Nisa yang ada di Kecamatan Cicurug telah mengalami musibah yang diakibatkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang.
“Nah, alhamdulillah hari ini saya bisa berkunjung langsung dan melihat kondisi atap bangunan tersebut dan apa yang harus kita lakukan kedepannya,” kata dia.
Lanjut Elis, bahwa dalam kesempatan ini pihaknya akan melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan program ini nanti akan koordinasikan dengan Dinas BPBD Kabupaten Sukabumi.
“Apapun kejadiannya, nanti kita akan jadikan skala prioritas, baik itu melalui program ataupun melalui dana-dana dari Kementerian yang bisa kita salurkan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika berbicara tentang program SPAB nantinya ia akan memasukan sebuah program khusus bekerja sama dengan BPBD yang memang menangani terkait masalah kebencanaan.
“Kita sudah buat Rencana Tingkat Lanjut (RTL) terkait ada atau tidak adanya bencana itu maka masyarakat khususnya warga harus paham bagaimana mengatasi atau melakukan gerakan tanggap bencana,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Yanto






