BERITASUKABUMI.ID – Kepala Desa Pasawahan, Dahlan Sudarlan akan terus berupaya dalam melakukan pencegahan stunting dan gizi buruk di wilayahnya.
Menurutnya, dengan masih adanya angka stunting di wilayahnya, itu semua karena ada keterbatasan anggaran. Maka dari itu dirinya menggandeng pihak perusahaan Yakult dan Lembaga Alam Lestari Indonesia (LA-LI) untuk melakukan pencegahan dan melakukan seminar sehari penanganan stunting dan gizi buruk di desanya.
“Itu yang melatarbelakangi kegiatan hari ini, pembinaan dan anggaran sudah kita anggarkan dari Dana Desa (DD), tetapi permasalahannya masih muncul. Ketika permasalahan itu masih ada kita berkoordinasi dengan Bu Bidan dan apa yang harus selesai persoalannya. Persoalannya ya di anggaran,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Rabu (23/11/22).
Menurutnya, dengan adanya keterbatasan anggaran, dirinya menyebut minimnya suplei makanan dan gizi tambahan untuk anak. Maka dari itu, ia menggandeng pihak ketiga untuk melakukan penanganannya.
Sementara itu, Direktur LA-LI, Aang Erlan Hudaya mengatakan, kegiatan seminar sehari kali ini dalam rangka peran serta stakeholder dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Sukabumi kususnya di Desa Pasawahan.
“Kegiatan ini mudah-mudahan menjadi pilot project dengan dibantu oleh sponsor ship yaitu dari PT Yakult, karena kegiatan ini tidak cukup sehari,” ujarnya.
Lanjutnya, kegiatan ini bisa berkelanjutan mengingat untuk wilayah Kecamatan Cicurug ada ratusan orang yang stunting, seperti di Desa Pasawahan sendiri ada sekitar 20 orang.
Di tempat yang sama, Perwakilan dari PT Yakult Indonesia Persada, Indrato mengatakan, pada prinsipnya pihak perusahaan PT Yakult ikut mendukung program pemerintah terkait dengan permasalahan stunting.
“Kami dari pihak perusahaan atas usulan dari pemerintah desa dan yayasan LA-LI dan kita berkolaborasi untuk melakukan pencegahan stunting,” pungkasnya.
Redaktur: Herwanto




