BERITASUKABUMI.ID – Pendopo Kecamatan Cicurug atau Gedung eks Kewedanaan merupakan bangunan bersejarah bagi warga masyarakat Kecamatan Cicurug. Walaupun beberapa kontruksi detailnya sudah diganti dari aslinya.
Gedung eks Kewedanaan ini dahulunya difungsikan sebagai sebuah Kantor Kewedanan Wilayah lll Cicurug. Sehingga memiliki desain khas karena bangunan tersebut peninggalan Kolonial Belanda.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat yang juga selaku tokoh pergerakan Cicurug, JA Subagyo mengatakan, bangunan pendopo peninggalan zaman Belanda ini seharusnya sudah menjadi situs cagar budaya. Karena bangunan seperti ini sudah langka walaupun sudah pernah dilakukan renovasi.
“Iya tahun 2018 lalu bangunan tersebut pernah direnovasi bagian atapnya. Pada zaman dahulu atapnya menggunakan genteng sirap dan kini menggunakan genteng beton. Selain itu plafonnya juga sudah diganti. Sehingga merubah bentuk keaslian bangunan tersebut,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Senin (07/11/22).
Lanjutnya, kini kondisi keaslian bangunan tersebut sudah berubah dan sangat disayangkan karena hanya tinggal satu-satunya gedung eks Kewedanaan yang masih ada.
“Pada tahun 1716 silam gedung eks Kewedanaan ini dibangun untuk memudahkan pemerintahan Hindia Belanda. Karena pemerintahan Hindia Belanda sangat kerepotan melayani luasan di Jawa Barat ini,” bebernya.
Menurutnya, di Sukabumi ini ada tiga kepatihan waktu itu yaitu Kepatihan Cicurug, Kepatihan Sukabumi dan Kepatihan Pejampangan, dan yang tersisa gedung kepatihan ini yaitu gedung eks Kewedanaan ini.
“Dan sewajarnya kalau gedung eks Kewedanaan ini dijadikan situs cagar budaya yang perlu dilestarikan dan dirawat, tinggal bagaimana pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi mempunyai keinginan untuk menjadikan gedung eks Kewedanaan ini dijadikan situs sejarah,” ungkapnya.
Kini gedung eks Kewedanaan ini dipakai untuk sarana pelayanan publik dan menurutnya ini kurang tepat.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi bahwa gedung eks Kewedanaan ini bisa dijadikan aset cagar budaya yang mempunyai nilai history bagi pemerintah di Cicurug, tinggal ada ngak political will dari pemerintah untuk mengembalikan gedung ini menjadi gedung sejarah,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto





