BERITASUKABUMI.ID – Dalam kurun waktu satu tahun menjabat, pasangan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas telah mencatatkan prestasi signifikan dengan menyelesaikan pembangunan serta perbaikan sebanyak 990 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi Rumah Layak Huni bagi masyarakat daerah.
Kegiatan perbaikan dan pembangunan rumah ini menyebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi, antara lain Kecamatan Cikembar, Nagrak, Parakansalak, Sukabumi, Cidahu, serta beberapa kecamatan lainnya yang belum disebutkan secara rinci. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi tidak aman dan tidak layak.
Melalui upaya kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dinas terkait dan mitra kerja, pemerintah daerah berhasil merealisasikan target yang telah ditetapkan. Setiap unit rumah yang diperbaiki atau dibangun disesuaikan dengan kebutuhan dasar penghuni, termasuk struktur yang kokoh, akses air bersih, serta fasilitas sanitasi yang layak.
“Program Rutilahu ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi seluruh rakyat Sukabumi,” ujar Bupati Asep Japar, Minggu (01/03/26).
“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan bagi keluarga yang selama ini menghadapi kesulitan akibat kondisi tempat tinggal yang tidak memadai,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Andreas menambahkan, “Kami bekerja sama erat dengan kepala kecamatan dan lurah di setiap daerah untuk mengidentifikasi keluarga yang paling membutuhkan. Proses seleksi dilakukan secara transparan agar bantuan tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang benar-benar memerlukan,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, salah satu keluarga penerima manfaat mengatakan. Sebelumnya, ia dan keluarganya tinggal di rumah bambu yang sudah lapuk dan rawan roboh saat musim hujan.
“Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang kokoh dan nyaman,” ucapnya dengan penuh haru. “Anak-anak saya sekarang bisa belajar dengan lebih tenang tanpa khawatir hujan masuk ke dalam rumah.”
Pihak pemerintah menyampaikan bahwa program Rutilahu ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengatasi masalah perumahan rakyat jelata dan mewujudkan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Langkah selanjutnya akan terus fokus pada penyelesaian sisa Rutilahu yang masih ada serta pemeliharaan rumah-rumah yang telah selesai dibangun. (Yanto)







