BERITASUKABUMI.ID – Sebuah video berdurasi 02.51 detik menunjukan seorang pria berkoar-koar di area publik di wilayah Desa Benda, Kecamatan Cicurug untuk menuntut penanganan serius terhadap masalah obat golongan G.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan kekhawatiran bahwa penyalahgunaan dan peredaran obat keras tersebut telah menjadi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama generasi muda.
Dalam aksinya, pria yang mengaku sebagai Ketua Dzikir Kanjeng Sunan Gunung Jati itu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak berwenang, antara lain meminta agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas untuk mengungkap dan memberantas jaringan pengedar obat golongan G di Cicurug.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap penjualan obat-obatan di wilayah tersebut, serta edukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat golongan G.
Namun, aksinya itu menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, karena cara menyampaikan aspirasinya dinilai memprovokasi.
“Harusnya kalau bener mau membasmi obat-obatan terlarang jangan seperti itu caranya, gak usah berkoar-koar diarea publik, kan malu masa sikap ahli dzikir seperti itu, apalagi dia juga ngakunya sebagai wartawan bahkan ketua forum wartawan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (28/02/26).
Meskipun niatnya baik, namun cara yang dilakukan dengan berkoar-koar di area publik tidak selalu menjadi solusi yang efektif. Aksi semacam itu dapat menyebabkan kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum jika tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, penting bagi wartawan untuk tetap menjaga profesionalisme dan objektifitas dalam melaksanakan tugasnya, serta tidak menggunakan cara yang tidak pantas atau melanggar etika jurnalistik.
“Caranya aja sih yang salah, jangan mengedepankan aroganisme, nantinya malah jadi permasalahan baru, apalagi ada bahasa ingin meratakan tempat ini,” pungkasnya. (Red)





