Berita Sukabumi
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Berita Sukabumi
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Masalah Pembayaran Picu Ketegangan, Kurir GTL Cicurug Mengalami Dugaan Intimidasi

by admin
April 17, 2026
in Hukum & Kriminal
0 0
Masalah Pembayaran Picu Ketegangan, Kurir GTL Cicurug Mengalami Dugaan Intimidasi
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BERITASUKABUMI.ID – Seorang kurir ekspedisi GTL di wilayah Cicurug, Sukabumi, berinisial RS, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga ancaman dari sekelompok orang yang mengaku sebagai awak media dan perwakilan hukum. Insiden ini bermula dari sengketa pengiriman paket dengan salah satu pelanggan.

Akar permasalahan bermula ketika RS kerap kali kesulitan menemui konsumen di alamat tujuan. Berdasarkan kesepakatan, paket sering kali dititipkan dengan janji pembayaran akan dilakukan via transfer. Namun dalam praktiknya, pembayaran tersebut sering molor, bahkan bisa tertunda hingga berhari-hari setelah barang diterima.

“Sudah sering kirim ke sana, tapi penerima jarang ada di rumah. Akhirnya dititipkan dengan janji transfer, tapi bayarnya bisa sampai tiga hari lebih. Itu sangat memberatkan kami sebagai kurir,” ungkap RS, Jumat (17/04/26).

BacaJuga

Sempat Memanas, Anggota Dua Ormas di Cicurug Berdamai Usai Dimediasi Polisi

Proses Hukum Kasus Nizam Sesuai Aturan, Polres Sukabumi Pastikan Berbasis Bukti Ilmiah

Busyet!! Rekrutmen Tenaga Kerja ke Pabrik Garment di Cicurug untuk Tiga Orang Tembus Rp20 Juta

Menimbang risiko dan beban kerja yang tidak seimbang, RS akhirnya mengambil keputusan untuk tidak lagi memproses pengiriman ke alamat tersebut dan memilih mengembalikan paket ke pengirim. Langkah ini ternyata menimbulkan kekecewaan dari pihak konsumen.

Tak berlangsung lama, kedatangan rombongan berjumlah sekitar delapan orang menyambangi kantor cabang GTL Cicurug. Mereka mengaku sebagai wartawan bahkan sebelumnya sempat menghubungi via pesan WhatsAap bahwa 8 orang wartawan akan datang meminta untuk audensi. Saat kejadian, RS sedang berada di luar kantor sehingga tidak bertatap muka langsung.

“Dari kantor info kalau ada yang datang, bilang sebagai wartawan dan jumlahnya lumayan banyak,” tambahnya.

Manajemen perusahaan sempat berupaya memberikan penjelasan terkait SOP pengiriman dan berusaha meredam situasi secara musyawarah. RS pun sudah berinisiatif mendatangi rumah konsumen untuk meminta maaf. Sayangnya, upaya damai tersebut tidak membuahkan hasil.

Situasi justru berbalik arah dan semakin memanas. RS justru menerima tekanan dari oknum yang mengaku sebagai pengacara dan wartawan. Ia diarahkan ke ranah hukum dengan ancaman pelaporan menggunakan pasal Undang-Undang ITE.

“Mereka bilang nanti saja kita bicarakan di pengadilan. Saya jadi bingung sendiri, karena merasa tidak melakukan kesalahan atau pelanggaran seperti yang dituduhkan,” keluhnya.

Perlu diketahui, secara aturan perusahaan, kurir memegang tanggung jawab penuh atas uang setoran paket. Jika ada pembayaran yang terlambat atau hilang, maka gaji kurirlah yang akan menjadi taruhan. Kondisi ini membuat RS merasa sangat dirugikan, ditambah lagi dengan tekanan yang dianggap tidak wajar.

Menurut pandangan berbagai pihak, penggunaan identitas profesi wartawan untuk ikut campur dalam urusan sengketa dagang atau konsumen dinilai tidak tepat dan di luar kewenangan. Apalagi jika tindakan tersebut bernuansa intimidasi. Hal ini dinilai dapat mencoreng nama baik pers dan melanggar kode etik jurnalistik.

Kasus ini pun menjadi sorotan agar dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui prosedur yang benar. Penyelesaian sengketa semestinya dilakukan melalui jalur yang berwenang seperti BPSK atau proses hukum yang formal, bukan dengan cara-cara yang memaksa dan mengintimidasi pihak lain. (Red)

Tags: CicurugKurir GTLsukabumi
Previous Post

Semangat Kopassus Jadi Inspirasi, Aang Erlan Hudaya Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74

Next Post

Proses Hukum Kasus Nizam Sesuai Aturan, Polres Sukabumi Pastikan Berbasis Bukti Ilmiah

Next Post
Proses Hukum Kasus Nizam Sesuai Aturan, Polres Sukabumi Pastikan Berbasis Bukti Ilmiah

Proses Hukum Kasus Nizam Sesuai Aturan, Polres Sukabumi Pastikan Berbasis Bukti Ilmiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sempat Memanas, Anggota Dua Ormas di Cicurug Berdamai Usai Dimediasi Polisi

    Sempat Memanas, Anggota Dua Ormas di Cicurug Berdamai Usai Dimediasi Polisi

  • Masalah Pembayaran Picu Ketegangan, Kurir GTL Cicurug Mengalami Dugaan Intimidasi

  • Proses Hukum Kasus Nizam Sesuai Aturan, Polres Sukabumi Pastikan Berbasis Bukti Ilmiah

  • Jelang Buka Puasa, SPPG Leti Tenjoayu 02 Berbagi Takjil Kepada Pengendara yang Melintas di Cicurug

  • H-1 Lebaran, Beginilah Situasi Arus Lalu Lintas di Depan Pasar Cicurug

Berita Sukabumi

© 2022 | Beritasukabumi.id

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga

© 2022 | Beritasukabumi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In