BERITASUKABUMI.ID – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami membuka kegiatan festival durian ke-2 yang diselenggarakan di Agro Wisata Kampung Babakan Jayawangi, Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/02/23) kemarin.
Dalam festival tersebut, Bupati Sukabumi mengunjungi stand hasil produksi kelompok tani hutan Giri Catur Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug yang memamerkan produk unggulannya.
Camat Cicurug, Ading Ismail mengatakan, pada kegiatan festival durian ini pihaknya turut serta memamerkankan produk hasil UMKM wilayah Kecamatan Cicurug yang berasal dari Desa Kutajaya.
“Produk unggulan yang dipamerkan yaitu Extarct Propolis Trigona Halimun Salak (EPT HELISA) hasil produksi kelompok tani hutan Giri Catur dari Desa Kutajaya,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Selasa (14/02/23).
Dengan menampilkan produk unggulan UMKM dari Kecamatan Cicurug, pihaknya juga mengaku senang atas kunjungan Bupati ke stand ini, ternyata Bupati sangat antusias terhadap banyaknya para pelaku UMKM yang ada di wilayah Sukabumi.
“Ini untuk lebih meningkatkan semangat dalam mengembangkan usahanya sehingga peningkatan ekonomi di masyarakat pun akan lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut ketua kelompok tani hutan Giri Catur Desa Kutajaya, Ridwan mengatakan, bahwa usaha pengembangan budi daya tawon Trigona (teuweul) ini dimulai sejak tahun 2020 yang bertempat di Kampung Pasir Kalapa RT 01/06, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug.
“Alhamdulillah sampai saat ini produksi madu trigona (teuweul) ini sudah menghasilkan 150 botol perbulannya dan untuk pemasarannya sudah ada ke luar daerah,” ujarnya.
Menurutnya, propolis EPT HELISA ini dihasilkan 100 % dari bahan alami yang didapatkan dari lereng hutan Gunung Salak, yang mengandung lebih dari 300 senyawa beberapa diantara resin, balsam, minyak aromatik, serbuk sari, dan bahan organik lainnya.
“Khasiat propolis EPT HELISA diantaranya yaitu membantu mengatasi masalah asam lambung dan maag kronis, mengatasi asam urat, rematik dan nyeri sendi, mengatasi permasalahan kulit seperti : gatal, kurap, borok, budug, infeksi jamur, jerawat, babak dan lainnya,” bebernya.
Selain itu, propolis EPT HELISA ini dapat mempercepat proses penyembuhan berbagai jenis luka pada kulit, mengatasi pilek, batuk, sinusitis, sakit radang tenggorokan, bau mulut dan sariawan, mencegah penyakit kanker dan tumor.
“Juga mengatasi infeksi telinga (seperti telinga berair, telinga bernanah dan lainnya), mengatasi masalah jantung, menurunkan tekanan darah tinggi serta membantu menyembuhkan penderita diabetes,” bebernya.
Lanjutnya, dirinya berharap dengan adanya moment seperti ini, pengenalan dan pengembangan UMKM budidaya trigona ini bisa berkembang pesat.
“Utamanya dapat membuka pangsa pasar propolis EPT HELISA di masyarakat, ” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto





