BERITASUKABUMI.ID – Tim Inafis Polresta Sukabumi berhasil mengidentifikasi jasad pria tanpa identitas yang tewas gantung diri di pohon duren di kawasan Kebun Kacang, Kampung Selaawi RT 04/07, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja pada Selasa (13/12/22) pagi, akhirnya terkuak identitasnya.
Kapolsek Sukaraja, Kompol Dedi Suryadi mengatakan, identitas korban mulai diketahui petugas kepolisian, setalah jajaran Polsek Sukaraja melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi soal peristiwa gantung diri tersebut.
“Hasil laporan dari warga sekitar pukul 07.45 WIB ditemukan seorang pria gantung diri, tetapi warga sekitar tidak ada yang mengenalnya,” ujarnya kepada beritasukabumi.id
Setelah itu dirinya langsung memanggil dokter dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk dimintai bantuan guna melakukan cek fisik luar terhadap korban yang gantung diri tersebut.
“Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Melalui tim Inafis kemudian dilakukan cek sidik jari korban tersebut untuk mengidentifikasi jasad korban.
“Akhirnya tim dari inafis menemukan identitas yang berasal dari sidik jari jasad korban itu. Jadi, memang dengan adanya KTP elektonik itu, bisa ketahuan identitasnya melalui sidik jarinya tersebut,” bebernya.
Hasil identifikasi sidik jari korban gantung diri tersebut diketahui bahwa korban berinisial M (40) asal warga Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
“Saat ini petugas Polsek Sukaraja tengah melaksanakan penyelidikan terkait peristiwa penemuan mayat laki-laki tersebut, serta akan terus mencari informasi lainnya kepada warga sekitar yang mungkin mengetahui kejadian tersebut,” kata dia.
Lanjutnya, dirinya masih melakukan penyelidikan jika ada kabar terbarunya akan diinformasikan kembali.
“Dari lokasi kejadian korban bunuh diri ini, pihak kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, berupa satu unit telepon seluler, satu bungkus bekas rokok dan sepasang sendal,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




