BERITASUKABUMI.ID – Desa Sukamanis yang berlokasi di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi merupakan desa dengan beragam potensi yang menarik untuk dikembangkan, salah satunya kemampuan masyarakatnya dalam membuat kerajinan tangan dengan menggunakan bahan dasar bambu lokal.
Kerajinan tangan yang dihasilkan beragam, mulai dari kerajinan tangan yang untuk keperluan rumah tangga seperti bakul dan kipas hingga kerajinan tangan dengan tujuan estetika layaknya vas bunga dan lampion.
Rahmat (42 th), merupakan salah satu pengrajin di Desa Sukamanis yang telah menggeluti bidang kerajinan selama kurang lebih 10 tahun. Kerajinan tangan milik Rahmat yang berfokus pada estetika telah dikirimkan bahkan sebagai pajangan di salah satu pusat perbelanjaan kenamaan di Jakarta dengan pengiriman rutin sebanyak kurang lebih 500 buah produk perminggunya.

Selain itu, ia juga turut memberdayakan masyarakat sekitar dengan mengajak untuk turut membantu dalam proses pembuatan hasil kerajinan dan diberikan upah sesuai beban kerja yang diberikan.
Harga produk hasil kerajinan Rahmat sendiri cukup beragam dan terhitung sangat murah, mulai dari Rp1.500 hingga ratusan ribu rupiah tergantung dengan kesulitan pembuatannya.
Usaha ekonomi kreatif milik Rahmat ini memang masih terhitung rumahan dan masih belum terpapar digitalisasi apapun baik pada e-commerce ataupun media sosial.
Tim KKN-T Kabupaten Sukabumi 08 melihat potensi yang dimiliki oleh pengrajin lokal desa ini dan mengadakan pendampingan pembuatan dan pemahaman mengenai akun e-commerce serta foto produk (25/7).
Pada program kerja Pemasaran Digital (Masal) yang diusung oleh Tim KKN-T Kabupaten Sukabumi 08 ini, diharapkan pengrajin lokal Desa Sukamanis dapat lebih dikenal dengan skala yang lebih luas.
Pak Rahmat, sebagai target utama program kerja ini didampingi dalam proses pemahaman mulai dari pengiriman hingga dilakukannya aktivasi iklan guna mengoptimalisasi potensi yang ada.
Ketua Tim KKN-T Kabupaten Sukabumi 08, Bayu Septyan menambahkan bahwa, program kerja ini dapat mengembangkan dan mendorong pengrajin lainnya untuk menyadari pentingnya digitalisasi usaha.
“Digitalisasi usaha sekarang sudah menjadi hal yang penting dan penjualan secara konvensional kurang relevan jika ingin meningkatkan skala target pasar usaha kita. Harapan kami semoga dapat menambah pengetahan pengrajin desa sekaligus memaksimalkan potensi usaha mereka,” ujarnya mengakhiri.
Redaktur: Herwanto





