BERITASUKABUMI.ID – Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional, perlawanan terhadap informasi salah, serta pemaknaan kemerdekaan yang sesungguhnya hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan persatuan antara pemerintah dengan seluruh elemen organisasi masyarakat. Hal ini disampaikan dalam acara Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan guna mendukung prioritas pembangunan nasional yang dibuka secara resmi.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa semangat persatuan telah terbukti menjadi kekuatan utama sepanjang sejarah bangsa. Perjuangan para pahlawan seperti Pangeran Diponegoro hingga tokoh pejuang asal Tanah Sunda mengajarkan bahwa berjuang sendiri-sendiri akan sulit mencapai tujuan, bahkan berisiko terasing dan terjebak sendirian. Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan semangat berkumpul dan bergerak bersama demi cita-cita bersama.
Peran media dalam sejarah kemerdekaan juga menjadi sorotan penting. Dijelaskan bahwa pada masa perjuangan, media berperan sangat besar dalam menyuarakan proklamasi ke seluruh dunia melalui jalur komunikasi lintas wilayah, sehingga Indonesia mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari bangsa lain. Di era kini, peran tersebut tetap sangat strategis: kejadian di ujung negeri dapat diketahui seketika di seluruh pelosok tanah air, menjadikan media sebagai pilar penting dalam penyebaran informasi yang benar dan menggerakkan kepedulian bersama.
“Kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajah, melainkan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Seperti pesan Bung Karno dan dipertegas kembali oleh Presiden Prabowo Subianto, kemandirian adalah mahkota kemerdekaan itu sendiri,” tegas Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Kamis (30/07/26).
Dijelaskan pula bahwa terdapat sekitar 249 organisasi masyarakat yang tercatat di tingkat Kota Sukabumi dan 666 di Kabupaten Sukabumi, yang kemudian dikelompokkan menjadi lima rumpun utama selaras dengan nilai-nilai Pancasila: bergerak di bidang agama, kemanusiaan, persatuan nasional, demokrasi dan hukum, serta kesejahteraan rakyat dan pengelolaan sumber daya. Pengelompokan ini bertujuan mempermudah sinergi dengan pemerintah.
Pemerintah mengakui bahwa program pembangunan nasional demi kemakmuran rakyat tidak dapat dijalankan sendirian. Diperlukan peran aktif ormas di setiap bidang: bersama insan pers melawan berita bohong dan menjaga persatuan, bersama kelompok tani dan nelayan mewujudkan ketahanan pangan, bersama generasi muda penguasaan teknologi memperkuat sistem pelayanan publik, serta bersama pelaku budaya menggali nilai luhur kearifan lokal dari Sabang sampai Merauke.
Acara ini juga menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dengan wakil rakyat, dalam hal ini diwakili oleh Heri Gunawan dari Komisi II DPR RI. Semua pihak diingatkan kembali bahwa penyelenggara negara sejatinya adalah abdi masyarakat yang bertugas membantu kebaikan bersama.
“Kegiatan ini kami harap bukan sekadar seremonial semata, melainkan menjadi awal kemitraan yang terus berlanjut. Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota akan terus bergerak selaras dengan harapan masyarakat demi mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan Indonesia yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Acara Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional pun dinyatakan dibuka secara resmi. (Yanto)





