BERITASUKABUMI.ID – Kementerian Dalam Negeri saat ini sedang menyusun konsep kebijakan pembentukan Dana Abadi Organisasi Kemasyarakatan, guna menjamin ketersediaan dukungan pembiayaan yang teratur, adil, dan berkelanjutan bagi ormas di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil menyikapi pola penyaluran dana hibah selama ini yang bersifat insidentil dan terbatas.
Saat ini, aturan pembiayaan belum memiliki pedoman khusus dan penyalurannya dibatasi siklusnya—hanya boleh diberikan pada tahun pertama, lalu berhenti dua tahun berturut-turut sebelum bisa diajukan kembali. Kondisi ini dinilai menyulitkan ormas dalam merencanakan program kerja jangka panjang, berbeda dengan Dana Abadi Partai Politik yang sudah memiliki payung hukum tersendiri.
“Kami memohon dukungan penuh dari Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan agar konsep Dana Abadi Ormas ini segera terwujud. Jika sudah ada dana yang tersedia secara khusus, kami bisa melaksanakan program pemberdayaan dengan lebih mantap dan terencana,” ujar Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Kamis (30/07/26).
Pemerintah juga menegaskan mekanisme penyaluran nantinya akan disederhanakan dan menyasar langsung ke lapisan paling bawah mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi. Prioritas utama diberikan kepada ormas yang memiliki keberadaan nyata, program kerja yang jelas, serta membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain pendanaan, Kemendagri sangat memprioritaskan upaya pelestarian identitas budaya bangsa agar tidak terkikis seiring berjalannya waktu dan perubahan minat generasi muda. Langkah nyata yang sedang dijalankan antara lain menghimpun dan menguatkan berbagai kekayaan budaya lokal, mulai dari seni bela diri tradisional, pakaian adat, hingga kearifan lokal dari seluruh wilayah Indonesia, mulai Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan dan wilayah lainnya.
“Kami ingin budaya kita tetap hidup dan menjadi kekuatan bangsa. Seperti halnya pengamanan di lingkungan instansi, kekuatan asli kita justru ada pada budaya sendiri yang harus terus dijaga dan dihargai,” tambahnya.
Peningkatan kualitas SDM pengurus ormas juga menjadi fokus utama. Ditegaskan, anggaran yang memadai maupun fasilitas yang lengkap tidak akan berarti maksimal jika tidak dikelola oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, integritas, dan dedikasi tinggi.
Untuk wilayah Sukabumi, pihaknya berkomitmen bekerja sama dengan DPR RI dan pemerintah daerah guna melakukan pendataan ulang seluruh organisasi kemasyarakatan agar penataan dan pemberdayaan dapat dilakukan dengan tepat sasaran. Seluruh usulan dan gagasan dari masyarakat juga akan dibuka selebar-lebarnya demi kesuksesan program nasional ini. (Yanto)




