BERITASUKABUMI.ID – Program revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Manggis di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi dengan anggaran mencapai Rp1.004.264.545 dari APBN TA 2026 justru memunculkan keluhan dari wakil ketua komite sekolah dan pelaku usaha lokal. Pekerjaan mencakup perbaikan menyeluruh 3 ruang kelas dan 1 ruang guru, direncanakan selesai dalam 120 hari mulai 12 Juli hingga 12 November 2026.
Wakil Ketua Komite Sekolah, Cecep Sopandi menyampaikan kekecewaannya karena sampai proyek dimulai, tidak ada pemberitahuan maupun musyawarah yang melibatkan dirinya.
“Secara kelembagaan saya merasa sangat kecewa. Saya sebagai wakil ketua komite sama sekali tidak pernah diberitahu oleh pihak sekolah terkait rencana pembangunan revitalisasi bernilai besar ini,” tegas Cecep, Sabtu (01/08/26).
Keluhan serupa disampaikan Abdul Kohar, pemilik Toko Bangunan Baraya yang merupakan warga setempat. Ia sayang sekali tidak dilibatkan secara penuh dalam penyediaan bahan bangunan, padahal hanya sebagian kecil saja yang dibelanjakan di tempatnya.
“Sempat dibeli pasir, batu split, bata merah dan semen di sini, kalau ditotal hanya sekitar Rp8 juta. Sedangkan kebutuhan lain seperti baja ringan, besi dan bahan utama lainnya tidak dipesan di toko kami,” ungkap Abdul Kohar.
Ia pun mempertanyakan alasan pihak panitia pembangunan tidak memprioritaskan pemasok dari warga sekitar. “Kami putra daerah ingin berkontribusi sekaligus membantu perekonomian warga setempat. Saya ingin bertanya secara jelas kepada panitia, apa alasan hingga kami tidak dipercaya memasok kebutuhan utama pembangunan ini?” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun panitia pembangunan terkait keluhan yang disampaikan. Padahal beritasukabumi.id sudah berupaya menghubunginya. (Red)




