BERITASUKABUMI.ID – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, bereaksi keras atas dugaan praktik intimidasi yang menimpa seorang kurir jasa pengiriman di wilayah Cicurug. Pria yang akrab disapa Kang Sule ini mengecam aksi oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalis demi kepentingan pribadi.
Informasi yang dihimpun, ketegangan bermula saat seorang konsumen mendatangi kantor kurir dengan memboyong sedikitnya delapan orang yang mengaku wartawan dan lawyer. Bukannya melakukan peliputan sesuai kaidah, oknum tersebut diduga melakukan tekanan mental hingga kurir GTL merasa syok.
“Ini sudah kelewat batas. Wartawan itu tugasnya mencari berita untuk kepentingan publik, bukan mengintervensi. Itu jelas mencoreng muka profesi pers,” tegas Kang Sule kepada redaksi, Minggu (19/4/2026).
CEO PT Media Jurnal Sukabumi ini menilai, insiden di Cicurug adalah contoh nyata “pelacuran” profesi jurnalis. Menurutnya, urusan sengketa pembayaran antara konsumen dan penyedia jasa seharusnya diselesaikan melalui mekanisme komplain yang resmi atau jalur hukum, bukan dengan pengerahan massa berkedok kartu pers.
“Jangan mentang-mentang pegang kartu pers, lalu bisa nakut-nakutin rakyat kecil yang lagi cari nafkah. Kasihan kurir itu, mereka bekerja di lapangan, malah diintimidasi oleh oknum yang mengaku kuli tinta,” cetusnya dengan nada geram.
Pria yang tengah menempuh studi Magister Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) ini menambahkan, fenomena ini menunjukkan adanya degradasi moral di tingkat oknum lapangan. Baginya, integritas wartawan adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan rupiah hasil pemerasan.
“Secara akademis, pers adalah kontrol sosial. Kalau fungsinya bergeser jadi alat peras, ini adalah ancaman bagi demokrasi dan kondusifitas di Sukabumi. Saya minta perusahaan media yang bersangkutan untuk menindak tegas anggotanya jika terbukti melanggar etik,” tegas Kang Sule.
Di akhir pernyataannya, Kang Sule meminta masyarakat Sukabumi, khususnya para pekerja jasa logistik, untuk tidak gentar menghadapi intimidasi oknum wartawan nakal.
“Kalau ada yang datang bawa-bawa nama media tapi ujung-ujungnya minta uang atau mengancam, laporkan! Jangan dikasih ruang. Kita harus bersihkan nama baik wartawan Sukabumi dari praktik premanisme berkedok pers,” tandasnya. (Red)





