BERITASUKABUMI.ID — Terkait informasi adanya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Sukabumi yang diberhentikan sementara operasionalnya, Ketua Koordinator SPPG Cicurug, Rafli, memilih untuk tidak memberikan penjelasan apapun saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/11/2026).
Ketika dimintai tanggapan terkait berapa jumlah pasti dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cicurug yang saat ini berhenti beroperasi serta alasan di baliknya, Rafli terkesan menutup diri.
“Saya sudah berupaya menghubungi Koordinator SPPG Cicurug, bahkan sampai mendatangi ke Dapur MBG dimana tempat dia bertugas, namun tak ketemu. Saya coba kirim pesan WhatsApp dan menelponnya untuk minta keterangan tapi tidak ada respon sama sekali,” ujar salah satu awak media, US kepada beritasukabumi.id dengan nada kesal, Senin (02/11/26).
Kebungkaman ini justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebelumnya, salah satu SPPG di Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, sudah berhenti beroperasi selama tiga minggu terakhir. Pengelola menyebut penghentian terjadi karena anggaran dari pusat belum kunjung cair.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terperinci dari pihak koordinator maupun Badan Gizi Nasional terkait berapa total SPPG di wilayah Cicurug yang sementara berhenti melayani dan kapan diharapkan kembali beroperasi. Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan kejelasan agar tidak menimbulkan beragam spekulasi.
Redaktur: Yanto



