BERITASUKABUMI.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Cicurug-Cicurug yang berlokasi di Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, sudah tiga minggu terakhir ini terpaksa berhenti beroperasi. Penyebab utamanya, anggaran operasional yang seharusnya tertop-up dari pusat hingga kini belum kunjung cair.
Kepala SPPG Sukabumi Cicurug-Cicurug, Rika Muslihat, mengungkapkan kebingungannya terkait hal tersebut. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengapa penyaluran anggaran terhenti.
“Secara pasti kami belum tahu apa penyebabnya. Yang jelas, karena anggaran belum cair, kami terpaksa menunda sementara seluruh kegiatan penyiapan dan penyaluran makanan bergizi,” ujar Rika, Senin (2/11/2026).
Penghentian operasional ini tentu membawa dampak berantai. Di satu sisi, puluhan relawan yang setiap hari bergerak menyiapkan makanan tidak bisa bekerja seperti biasanya. Di sisi lain, ratusan anak sekolah dan masyarakat yang selama ini menjadi penerima manfaat program ini pun tidak lagi mendapatkan jatah makanan bergizi.
“Dampaknya terasa langsung, baik bagi para relawan yang sudah berjuang sejak awal, maupun anak-anak dan keluarga yang setiap hari menantikan makanan bergizi ini. Kami hanya berharap masalah ini segera diselesaikan dan anggaran segera cair, agar kami bisa kembali beroperasi melayani masyarakat,” harap Rika.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional, Koordinator SPPG Cicurug maupun instansi terkait mengenai kapan anggaran tersebut akan disalurkan dan kapan SPPG Sukabumi Cicurug-Cicurug dapat kembali beroperasi normal. Warga dan pihak pengelola berharap ada kejelasan sesegera mungkin agar program yang sangat dirasakan manfaatnya ini tidak terhenti lebih lama lagi.
Redaktur: Yanto



