BERITASUKABUMI.ID, BOGOR — Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia (HM VokHum UI) resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat terbaru bertajuk PRoVillage 2026. Mengusung tema “Lansia Aktif, Desa Produktif”, kegiatan perdana digelar selama dua hari, 19–20 September 2026, di Desa Rawapanjang, Kabupaten Bogor, dengan fokus utama edukasi pencegahan dan pemahaman Alzheimer bagi warga lanjut usia maupun pra-lansia.
Dalam pelaksanaannya, HM VokHum UI bekerja sama dengan Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI). Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Dewi Indryani yang menyampaikan materi secara menyeluruh mulai dari klasifikasi, tahapan usia risiko, perubahan fisik dan biologis yang terjadi, hingga standar penanganan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI.
Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat UI, Mareta Maulidiyanti, menyampaikan harapan agar ilmu yang dibagikan dapat diterapkan langsung sehari-hari. “Semoga dengan adanya PRoVillage 2026, ibu-ibu lebih memahami Alzheimer dan tetap mengingat hal-hal yang sudah disosialisasikan. Harapannya, pengetahuan tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Selasa (22/09/26).
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami warga. Para peserta dibekali pemahaman tentang 10 Gejala Awal Demensia Alzheimer serta pentingnya diagnosis medis sejak dini. Dr. Dewi juga memaparkan langkah pencegahan, bentuk terapi yang tepat, strategi meminimalkan risiko, serta mengenalkan layanan Careline ALZI sebagai pusat informasi dan bantuan resmi bagi keluarga yang membutuhkan.
Kegiatan tidak hanya berisi materi teori. Para peserta juga diajarkan gerakan fisik khusus untuk menjaga kesehatan otak, yang dapat dipraktikkan mandiri di rumah guna melatih fokus dan daya ingat.
Abdillah, Project Officer PRoVillage 2026, menjelaskan alasan pemilihan topik ini. “Kami memilih edukasi Alzheimer karena masih banyak hal yang perlu diketahui masyarakat, terutama gejala awal, pencegahan, dan langkah yang harus dilakukan saat gejala muncul. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menyampaikan informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Keesokan harinya, suasana semakin hangat dengan senam bersama warga. Rangkaian acara ditutup dengan sesi edukasi budidaya tanaman pakcoi di pekarangan rumah. Sayuran ini dikenal kaya nutrisi dan baik dikonsumsi untuk mencegah penurunan fungsi otak.
Adam, Ketua RW 17 Desa Rawapanjang, menyambut baik kedatangan mahasiswa UI. “Semoga dengan kedatangan mahasiswa UI ke Desa Rawapanjang, para peserta dapat mengambil pelajaran dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang telah dilaksanakan,” ucapnya.
Melalui PRoVillage 2026, HM VokHum UI berharap dapat terus berkontribusi nyata membangun kesadaran kesehatan masyarakat desa, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung para lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif.
Redaktur: Yanto




