BERITASUKABUMI.ID – Gedung Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cicurug yang berlokasi di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi nyaris hangus terbakar, Jumat (31/03/23) sekitar pukul 10.40 WIB.
Pasalnya, kilowatt-hour (kWh) listrik yang menempel di gedung Puskesmas tersebut mengalami korsleting listrik, sehingga menyebabkan percikan api yang cukup besar.
Dengan adanya peristiwa tersebut, diduga PLN ULP Cicurug kurang quick respon, hal tersebut diungkapkan Ketua Relawan Cicurug Peduli, Usep Suherman.
“Tadi pas terjadi korsleting listrik banyak pihak yang menghubungi pihak PLN, termasuk saya juga, tapi diduga kurang quick respon” ujar pria yang akrab disapa Buluk kepada beritasukabumi.id.
Sementara itu, Manager Kepala PLN ULP Cicurug, David Ade Wijaya mengatakan, mengenai kronologi kejadian kebakaran tersebut dirinya memang tidak mengetahui dengan pasti.
“Intinya saya mendapat informasi dari group mitra mengenai kejadian tersebut sehingga kami langsung mengirim petugas untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Jumat (31/03/23).
Lanjutnya, mengenai penyebab terbakarnya kWh meteran listrik tersebut perlu dicek karena ini kemungkinan ada beberapa faktor sehingga ini tidak bisa dijawab secara pasti.
“Semua faktor bisa terjadi baik dari kelebihan daya maupun dari faktor-faktor lain yang memang perlu dicek terlebih dahulu,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlambatan atau respon yang kurang cepat karena masyarakat tidak tahu informasi pemberitahuan laporannya kemana.
“Jika ada hal kelistrikan sebaiknya masyarakat bisa melaporkan dengan mendownload aplikasi pengaduan PLN Mobile di playstore dengan cara ini masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan pengaduan,” kata dia.
Masih kata David, bahwa jika masyarakat lapor kepada orang yang katanya orang PLN, padahal memang di PLN ini banyak bagian yang berbeda-beda sehingga ini akan menjadi lambat karena ini pasti sifatnya diteruskan.
“Jika lapor kebagian lain, nantinya sifatnya diteruskan ke bagian yang bersangkutan sehingga ini yang membuat lambat,” ungkapnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui cara melapor ke PLN ketika ada kejadian darurat.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




