BERITASUKABUMI.id – Penyakit TBC adalah penyakit paru-paru dan penyebabnya tidak mudah dikenali dari awal, sebab gejala yang timbul seperti batuk pada umumnya.
Kepala Puskesmas Cicurug, dr. Nina Suminarsih ketika ditemui beritasukabumi.id mengatakan, sejauh ini bahaya penyakit TBC jika memang tidak dilakukan penanganan dengan cepat bisa mengakibatkan penularan terhadap yang lainnya, serta jika tidak diobati secara rutin akan semakin parah sehingga bisa menimbulkan kematian.
Menurutnya, dari tahun 2021 data yang didapat dari hasil pemeriksaan Sputum (dahak) ada 630 kasus yang terduga mengidap TBC dan hasilnya didapatkan sebanyak 106 kasus yang positif mengidap penyakit TBC yang ditangani.
“Sebab kalau kita tidak tangani secepatnya dikhawatirkan penderita akan semakin bertambah dan bisa menularkan kepada yang lainnya” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Rabu (22/06/22).
Lanjutnya, untuk pencegahan TBC itu sendiri sebetulnya sudah dimulai sejak bayi dengan melakukan imunisasi rutin yaitu Bacillus Calmette Guerin (BCG), tetapi apabila sudah menemukan kasus dengan sputum positif mengidap gejala TBC harusnya langsung diobati sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap keluarganya juga. Karena ada pengaruh kontak erat dengan si penderita.
“Penyakit TBC itu sendiri bukan penyakit keturunan, tetapi ini penyakit diakibatkan oleh bakteri atau kuman tuberkulosis, dan penularanya pun melalui droplet atau percikan ludah dan ini bisa diobati sampai sembuh selama 6 bulan secara rutin,” kata dia.
Untuk itu apabila ada pasien TBC jangan pernah dikucilkan, segera lakukan pengobatan dan jangan takut karena pemerintah sudah menyiapkan obat khusus gratis untuk pengidap penyakit TBC, dan untuk pengidap TBC itu sendiri lakukan pengobatan secara rutin jangan sampai terputus karena akan berdampak resisten atau kebal terhadap obat.
“Yang terpenting kita selalu menjaga kesehatan, jika ada keluhan-keluhan sakit segera berobat, karena TBC ini gejala awalnya batuk yang lama, keringat pada malam hari, nafsu makan berkurang, dan ini harus segera lakukan pemeriksaan serta pengobatan ke Puskesmas terdekat,” pungkasnya.
Reporter: Usep suherman
Redaktur: Herwanto





