BERITASUKABUMI.ID – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, Aang Erlan Hudaya, mengapresiasi kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Gedung Serbaguna Sri Sukabumi Hill, Jalan Alternatif Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja mandiri dan sektor informal.
Dalam kesempatan itu, Aang Erlan Hudaya menyampaikan bahwa sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dilakukan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa pekerja mandiri juga memiliki kesempatan untuk menjadi peserta dan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, perlindungan tersebut sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial-ekonomi lainnya.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini. Banyak warga kita, terutama pekerja mandiri, belum mengetahui bahwa mereka juga bisa mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saya siap menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat di wilayah Cicurug agar semakin banyak yang terlindungi,” ujar Aang.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB, Zainul Munasichin, selaku inisiator kegiatan, berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ia juga berharap sinergi antara DPR RI, DPRD Kabupaten Sukabumi, dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, informasi mengenai manfaat dan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pekerja, baik di sektor formal maupun pekerja mandiri, yang mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaannya.
Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan bagi pekerja, tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga ketika pencari nafkah mengalami risiko yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.
Reporter: Heru Saputra
Redaktur: Yanto


