BERITASUKABUMI.ID – Terobosan baru dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyempurnaan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengeluarkan kebijakan yang memberikan ruang bagi para siswa untuk ikut serta menentukan menu hidangan yang disajikan. Melalui aturan ini, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia diwajibkan menampung aspirasi dan keinginan anak-anak terkait jenis makanan yang disukai.
Dalam pernyataannya yang disiarkan tvOneNews, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa partisipasi siswa menjadi kunci agar program berjalan efektif dan manfaat gizi benar-benar terserap maksimal. Mekanismenya nanti siswa dapat menuliskan jenis menu, mulai dari variasi nasi, lauk pauk, hingga olahan sayuran yang mereka inginkan.
“Nanti ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menuruti apa yang mereka inginkan,” tegas Dadan Hindayana, yang dilansir dari tvOneNews beberapa waktu lalu.
Selain memberikan ruang permintaan menu, pemerintah juga membuka kemungkinan substitusi atau penggantian jenis bahan makanan. Bagi siswa yang tidak menyukai olahan nasi, dapat disediakan alternatif sumber karbohidrat lain, asalkan tetap memenuhi standar dan kebutuhan gizi harian yang telah ditetapkan. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi pemborosan makanan akibat hidangan yang tidak disukai anak-anak.
Evaluasi di lapangan menunjukkan masih ditemukan sisa makanan yang terbuang karena menu yang disajikan kurang sesuai selera atau kurang dikenal oleh anak-anak. Melalui kebijakan baru ini, BGN menargetkan angka konsumsi makanan meningkat signifikan dan tujuan perbaikan status gizi anak Indonesia tercapai sesuai rencana.
BGN menegaskan bahwa meski mengakomodasi selera siswa, standar keamanan pangan, kebersihan, serta keseimbangan unsur gizi tetap menjadi prioritas utama dan tidak dapat dikurangi. Variasi bahan pangan lokal juga tetap menjadi keutamaan dalam rangka mendukung ekonomi petani dan UMKM setempat.
Diharapkan kebijakan partisipatif ini membuat program Makan Bergizi Gratis semakin dicintai siswa, semakin efektif dalam pemenuhan gizi, serta meminimalisir pemborosan makanan di setiap titik pelayanan.
Penulis: Yanto
Sumber: tvOneNews





