Berita Sukabumi
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Berita Sukabumi
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Awalnya Patok Tarif Rp600 Ribu, TK di Ciambar Batal Gelar Study Tour Usai Disorot

by admin
Mei 9, 2026
in Pendidikan
0 0
Awalnya Patok Tarif Rp600 Ribu, TK di Ciambar Batal Gelar Study Tour Usai Disorot

Gambar ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BERITASUKABUMI.ID – Rencana pelaksanaan kegiatan studi wisata atau Study Tour yang digagas oleh sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dibatalkan. Keputusan ini diambil pihak sekolah setelah menuai sorotan tajam dari masyarakat dan diketahui bertentangan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang kegiatan yang memberatkan orang tua.

Sebelumnya, pihak sekolah telah menetapkan biaya yang dinilai sangat tinggi dan mengundang tanya. Bagi siswa yang mengikuti kegiatan, orang tua wajib membayar sebesar Rp600.000. Sementara itu, ketentuan yang lebih mengherankan diberlakukan bagi siswa yang tidak ikut berangkat, namun tetap dipungut biaya sebesar Rp400.000.

Kebijakan ini langsung memicu reaksi keras dari para wali murid maupun kalangan masyarakat luas. Pasalnya, aturan tersebut dinilai sangat memberatkan, apalagi Gubernur Jawa Barat telah secara tegas mengeluarkan surat edaran yang melarang satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan yang membebani biaya kepada wali murid, khususnya bagi jenjang pendidikan anak usia dini.

BacaJuga

Dari Sampah Jadi Karya Kreatif, Mahasiswa KKN UMMI Ajak Siswa MI Kopeng Sulap Plastik Jadi Ecobrick

Atasi Masalah Lingkungan, Mahasiswa KKN OVOD UMMI Kelompok 01 Bangun Biopori dan Fasilitas Sampah di Desa Mekarsari

Mahasiswa KKN-T IPB Ubah Sampah Jadi Ekonomi di Desa Sangrawayang

“Baru rencana, kemarin diberitahukan anggarannya kalau study tour segitu, itupun terjadi karena hasil rapat orang tua yang mayoritas ingin study tour,” ujar Kepala Sekolah TK saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap, Sabtu (09/05/26).

Menanggapi polemik yang muncul, Kepala TK tersebut sempat memberikan penjelasan terkait rincian penggunaan dana Rp600 ribu yang dipungut. Menurutnya, uang sebesar itu terbagi menjadi dua pos anggaran, yaitu Rp400.000 diperuntukkan bagi biaya perjalanan ibu dan anak, sedangkan sisanya Rp200.000 dialokasikan untuk biaya pelaksanaan pentas seni.

“RP600 ribu itu bukan untuk study tour semua, biaya study tournya Rp400 ribu (ibu dan anak) Rp200 ribu untuk biaya pentas seni,” tambahnya.

Penjelasan tersebut pun ternyata tidak cukup memuaskan banyak pihak, terutama terkait pembebanan biaya sebesar Rp400 ribu bagi siswa yang sama sekali tidak mengikuti kegiatan.

Setelah dikonfirmasi dan disorot oleh awak media, pihak sekolah akhirnya menyadari kebijakan tersebut bertentangan dengan aturan yang berlaku. Pihak pengelola sekolah pun segera mengumpulkan kembali para wali murid untuk menyampaikan keputusan terbaru.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah secara resmi menyatakan membatalkan rencana pelaksanaan Study Tour yang telah diagendakan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pemerintah daerah serta merespons kekhawatiran dan keberatan yang disampaikan oleh para orang tua murid.

“Setelah saya denger ada berita ini, dan udah ada yang konfirmasi kesini, kami pihak sekolah sepakat untuk tidak jadi mengadakan study tour. Karena memang blm fix baru rencana, semuanya juga belum diurus baik ke pihak tranportasi atau pihak tempat wisata,” katanya.

“Sudah ya pak, kemarin kami sudah rapat lagi dengan guru-guru dan keputusannya tidak akan dilaksanakan,” pungkasnya.

Dengan pembatalan ini, para orang tua menyambut baik langkah tersebut dan berharap ke depannya setiap kegiatan sekolah disusun dengan mengedepankan asas manfaat, kesesuaian usia anak, serta tidak membebani ekonomi masyarakat. (Red/Tim)

Tags: CiambarStudy ToursukabumiTaman Kanak-kanak
Previous Post

Ketua DPRD Kab. Sukabumi, Budi Azhhar Dukung Penuh Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia

Next Post

Besok!! Bobotoh Sukabumi Utara Adakan Nobar Persija vs Persib di Cicurug

Next Post
Besok!! Bobotoh Sukabumi Utara Adakan Nobar Persija vs Persib di Cicurug

Besok!! Bobotoh Sukabumi Utara Adakan Nobar Persija vs Persib di Cicurug

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Resmi! Pemda Kabupaten Sukabumi Jalin Kesepakatan Bersama dengan ICBI

    Resmi! Pemda Kabupaten Sukabumi Jalin Kesepakatan Bersama dengan ICBI

  • Lengkapi Layanan Medis, RS Bhakti Medicare Kembali Hadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Mukhlis

  • Buka Puasa Bersama Penyintas Bencana, Bupati: Pemerintah Selalu Ada di Sisi Masyarakat

  • Kemendagri Siapkan Konsep Dana Abadi Ormas, Agar Dukungan Pembangunan Berkelanjutan

  • H. Suhilman Resmi Deklarasi dan Daftar Jadi Calon Ketua KNPI Cidahu: Jadikan KNPI Rumah Besar Tanpa Sekat

Berita Sukabumi

© 2022 | Beritasukabumi.id

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga

© 2022 | Beritasukabumi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In