BERITASUKABUMI.ID – Taryansah (21) warga Kampung Pajagaan RT 003/011, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi tewas usai ditabrak KA Pangrango di KM 22 Jalur Cigombong-Cicurug, tepatnya di Kampung Panyingkiran, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (01/02/23) sekitar pukul 09.20 WIB kemarin.
Tetangga korban, Dodi (52) mengatakan, korban yang tertabrak KA Pangrango itu merupakan anak pertama dari pasangan Marwan (43) dan Nurjanah (52). Bahkan keseharian korban kurang berbaur dengan masyarakat sekitar.
“Iya, memang korban kesehariannya pendiam dan jarang berbaur dengan warga, akan tetapi ia sangat rajin beribadah,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Kamis (02/02/23).
Lanjutnya, dengan adanya peristiwa tersebut, kedua orang korban tidak mengetahui jika anaknya yang menjadi korban tertabrak KA Pangrango. Karena keduanya sedang bekerja di sebuah pabrik garmen yang berada di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
“Awalnya kedua orang tua korban tidak tahu bahwa yang meninggal tertabrak KA Pangrango itu anaknya. Jadi mereka tahu anaknya meninggal setelah melihat sebuah video yang beredar di medsos. Itu juga karena melihat dari ciri-ciri pakaian dan sandalnya yang sering digunakan,” ungkapnya.
Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut mirip dengan anaknya, kemudian ayah korban berangkat ke Puskesmas Cigombong untuk memastikan.
“Namun setelah sampai di Puskesmas Cigombong, ternyata jasad Korban sudah di bawa ke RS Ciawi Bogor, lalu pihak keluarga pun menyusulnya,” kata dia.
Akhirnya setelah memastikan bahwa korban benar adalah anak kandungnya, maka akhirnya pihak keluarga korban membawa jasad korban untuk dibawa ke rumah dan selanjutnya korban di makamkan.
“Korban akhirnya di makamkan di TPU Kampung Pajagan, Desa Benda sekitar pukul 18.00 WIB,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




