BERITASUKABUMI.ID – Beredarnya sebuah video berdurasi 11 detik dengan narasi yang menyatakan bahwa seorang anak sedang bermain handphone tersambar petir di Cimalati dengan luka parah dibagian tangan pada Rabu, 12 Oktober 2022 kemarin ternyata itu berita hoax.
Camat Cicurug, Ading mengatakan, dari hasil penelusuran dan investigasi Kepala Desa Pasawahan dan Kepala Dusun bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayahnya.
“Ternyata video yang beredar di WhatsApp Group itu hoax, kejadiannya bukan di Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Kamis (13/10/22).
Lanjutnya, untuk itu dirinya memohon kepada semua warga masyarakat, khususnya di Cicurug agar lebih bijaksana dalam menggunakan sarana media sosial.
“Masyarakat jangan mudah percaya dan terpancing dengan adanya isu-isu yang tidak jelas, informasi itu harus dari aparat berwenang yang mempunyai kapasitas untuk menyampaikan informasi,” kata dia.
“Kalau membuat informasi itu jangan berbau hoax dan harus dilengkapi alamat yang lengkap, jangan menulis nama kampungnya saja, supaya tidak meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto





