BERITASUKABUMI.ID – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM oleh PT Pos Indonesia Cabang Cicurug Hari Ke dua Sebanyak empat Desa dilaksanakan di depan gedung eks Kewedanaan Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/09/22).
Camat Cicurug, Ading mengatakan, penyaluran BLT-BBM kali ini adalah hari kedua, di mana penyalurannya sengaja dipusatkan di Kecamatan Cicurug dan ini sesuai dengan hasil rapat dengan Forkopimcam Cicurug, Kepala Desa dan Pendamping untuk menentukan tempat penyaluran.
“Untuk penyaluran BLT BBM kemarin sebanyak empat desa dan satu kelurahan diantaranya, Kelurahan Cicurug sebanyak 269 KPM, Desa Purwasari sebanyak 462 KPM, Desa Tenjoayu sebanyak 240 KPM, Desa Bangbayang sebanyak 279 KPM serta Desa Caringin sebanyak 403 KPM sudah selesai disalurkan,” ujarnya kepada beritasukabumi.id.
Selanjutnya, untuk penyaluran hari ini sebanyak empat desa diantaranya Desa Nyangkowek, Desa Benda, Desa Cisaat dan Desa Tenjolaya dengan total keseluruhan KPM sebanyak 2100.
“Dirinya berharap untuk penyaluran BLT-BBM ini bisa berjalan dengan lancar dan uang ini bisa dimanfaatkan dengan baik serta uang ini akan beredar di Kecamatan Cicurug untuk menekan Inflasi, ini berdasarkan harapan dari Presiden RI juga harapan Bupati Sukabumi bahwa inflansi kita jangan sampai diatas 5 persen,” ungkapnya.
Untuk anggaran itu sendiri yang diterima oleh para KPM sebesar Rp500 ribu dengan rincian Rp300 ribu untuk dua bulan dari BLT BBM, yakni bulan September dan Oktober sedangkan Rp200 ribu untuk BPNT bulan September.
Menurut Ading, dalam penyaluran ini tidak boleh ada pemotongan atau pengalihan, bahkan itu juga menurut aturan serta tidak boleh ada yang dagang sembako di tempat pembagian.
“Kalau melihat dari juklak dan juknis dari Kementrian Sosial bahwa yang menerima BLT BBM pada tahun ini masih penerima BLT, PKH dan juga BPNT, secara pribadi saya tidak setuju, karena yang terkena dampak dari kenaikan BBM ini tidak hanya segelintir itu saja,” kata dia.
“Untuk itu saya mengimbau kepada Puskesos yang ada di desa-desa juga TKSK Cicurug ini agar datanya selalu uptudate, jadi datanya tiap tahun tidak itu-itu saja, karena siapa tahun ada perubahan kelayakan dari status KPM,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




