BERITASUKABUMI.ID – RSUD Sekarwangi akan mendapatkan peran tambahan sebagai rumah sakit pendidikan setelah dilaksanakannya berbagai penilaian guna mencapai tahapan standar ketentuan Kementerian Kesehatan RI.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Sekarwangi dr. Gatot Sugiharto, bahwa visitasi penilaian rumah sakit pendidikan yang dilakukan Kemenkes merupakan kesempatan berharga untuk meresmikan status. Apalagi, fungsi rumah sakit tersebut nantinya tidak hanya sebagai pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, menjadi tempat untuk pendidikan juga.
“Alhamdulillah, RSUD Sekarwangi sudah sejak lama dijadikan tempat mahasiswa untuk belajar. Termasuk dengan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, kita sudah melaksanakan proses pendidikan di sini sejak 2012,” ujarnya, Rabu (03/08/22).
Menurutnya, dalam memenuhi standar rumah sakit pendidikan tentunya berbagai sarana prasarana penunjang pun harus lengkap. Mulai dari laboratorium, perpustakaan, hingga berbagai penunjang lainnya.
“Berbagai praktek pun dilakukan dengan bimbingan dokter di RSUD Sekarwangi tentunya. Maka dari itu, selain menimba ilmu juga para mahasiswa bisa sekaligus berpartisipasi dalam praktek pelayanan masyarakat,” ucapnya.
Selanjutnya kata dia, sudah ratusan mahasiswa kedokteran yang belajar di RSUD Sekarwangi. Dan saat ini tersebar di seluruh Indonesia. Seperti di Kalimantan, Jambi, dan lainnya.
“Semua mahasiswa kesehatan banyak yang belajar dan praktek di sini. Mulai dari mahasiswa kebidanan, keperawatan, hingga farmasi. Paparnya.
Dengan demikian, dirinya berharap RSUD Sekarwangi bisa segera menyandang status baru sebagai Rumah Sakit Pendidikan.
“Ketika semua itu terwujud, kita akan amanah dan mensyukuri menjadi institusi untuk mendidik. Semoga kita semakin handal dan mumpuni lagi dalam mendidik,” jelasnya.
Sementara Pembina Tim Koordinasi Pendidikan RSUD Sekarwangi, Yuni Sri Heryanti menambahkan, RSUD akan semakin berkembang ketika ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan. Sebab kata dia, selain rumah sakit tipe B yang berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan, juga ada peran di bidang pendidikan dan penelitian.
“Rumah Sakit ini akan memiliki peran pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Sehingga RSUD Sekarwangi akan semakin berkembang,” bebernya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Penilaian Kemenkes RI dr. Wiwi Ambarwati mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. Sebab, pentingnya penetapan rumah sakit pendidikan bagi pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan profesi kedokteran di masa yang akan datang.
“RSUD ini bisa menjadi rumah sakit pendidikan setelah memenuhi persyaratan dan standarnya,” kata dia.
Selain itu, kata dia, Rumah Sakit pendidikan itu harus mampu menjalankan peran penyelenggaraan pelayanan berkualitas. Termasuk pendidikan inovatif, pengembangan ilmu dan teknologi, serta melaksanakan penelitian.
“Oleh karena itu, dalam verifikasi rumah sakit pendidikan ini, Kementerian Kesehatan RI juga melibatkan sejumlah asosiasi terkait,” pungkasnya.
Reporter: Yosep Maulana
Redaktur: MS. Fais




