BERITASUKABUMI.id – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cicurug menggelar kegiatan Lokakarya Mini Triwulan II tahun 2022 yang bertempat di Aula Kantor Puskesmas Cicurug, Jalan Siliwangi Nomor 113, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/06/22).
Kegiatan yang dilaksanakan lintas sektoral itu dihadiri oleh Forkopimcam Cicurug, Kepala KUA Cicurug, para perwakilan desa dan kelurahan se-Kecamatan Cicurug serta tokoh masyarakat.
Kepala UPTD Puskesmas Cicurug, dr. Nina Suminarsih mengatakan, pembahasan dalam seminar lokakarya mini kali ini, dirinya membahas terkait program kesehatan salah satunya yang menjadi indikator kesehatan ini yaitu angka kematian ibu dan bayi serta mengenai program Bulan Anak Imunisasi Nasional (BIAN).
“Iya untuk angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sukabumi masih ada, salah satu penyebabnya adalah pendarahan yang masih menduduki urutan pertama,” ujarnya kepada beritasukabumi.id.
Untuk itu ia mengharapkan setiap ibu hamil mempunyai calon donor darah minimal 4 orang, karena stok darah di Kabupaten Sukabumi khususnya di Unit Transfusi Darah (UTD) masih sangat terbatas.
“Makanya saya mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menjadi pendonor darah sukarela,” bebernya.
Sedangkan untuk program BIAN, rencananya akan dimulai bulan Agustus. Karena salah satu yang melatar belakangi BIAN ini, bahwa sudah terjadi penurunan cakupan imunisasi.
“Ini diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga banyak anak-anak balita yang terlewat imunisasinya, sehingga kedepannya bisa ditingkatkan dengan program BIAN,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Cicurug Ading mengatakan, bahwa lokakarya mini ini sudah biasa dilaksanakan rutin tiga bulan sekali. Selain membahas tentang program-progam kesehatan juga evaluasi serta rencana program yang akan dilaksanakan di Kecamatan Cicurug ini.
“Saya akan ikut mengawal terus terhadap program imunisasi yang akan dilaksanakan di masing-masing Puskesmas yang akan dilaksanakan di bulan Agustus nanti dengan tujuan untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh pada anak dan balita,” ujarnya mengakhiri.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




