BERITASUKABUMI.ID – Angin puting beliung disertai hujan deras melanda wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) siang. Cuaca ekstrem tersebut menghantam dua sekolah negeri, yakni SMA Negeri 1 Cicurug dan SMP Negeri 2 Cicurug, sekitar pukul 14.00 hingga 14.35 WIB.
Di SMA Negeri 1 Cicurug, pohon beringin besar tumbang dan menimpa ruangan Laboratorium IPA serta sejumlah kendaraan. Kejadian itu berlangsung tepat saat kegiatan belajar mengajar hampir berakhir, sempat memicu kepanikan di kalangan siswa-siswi. Para guru dan staf segera turun tangan menenangkan para siswa dan memastikan keamanan mereka.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cicurug, Yuliadi, menceritakan bahwa angin kencang terdengar seperti gemuruh yang menggelegar.
“Saya mendengar suara ribut dari arah gerbang sekolah. Kebetulan saat itu saya berada di ruangan belakang. Begitu dicek ke arah gerbang, pohon beringin sudah roboh,” ujar Yuliadi.
Ia mengapresiasi kesiapsiagaan warga sekolah dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya beberapa kendaraan milik para guru yang kemungkinan mengalami kerusakan,” tegasnya.
SMP Negeri 2 Cicurug Alami Kerusakan Lebih Luas
Di waktu yang bersamaan, SMP Negeri 2 Cicurug juga terkena dampak cuaca buruk dengan kerusakan yang dinilai lebih parah. Sebagian atap ruangan berlubang setelah diterpa material bangunan yang terbawa angin.
Sandi Zulhikmawan, Operator Sekolah SMP Negeri 2 Cicurug, menyebut dugaan kuat penyebab kerusakan adalah angin puting beliung yang mengangkat atap baja ringan milik bangunan pedagang di kawasan GOR Cicurug, lalu terbawa ke arah sekolah.

“Kemungkinan besar akibat angin puting beliung, karena ada beberapa material bangunan yang bukan milik sekolah yang ditemukan di lokasi,” ungkap Sandi.
Pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama dua hari ke depan untuk penanganan dampak bencana.
“Sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas, dan kebetulan ada Kepala Seksi yang turun langsung meninjau lokasi. Kami memutuskan meliburkan siswa selama dua hari,” jelasnya.
Pembersihan dan Inventarisasi Kerusakan Segera Dimulai
Pihak kedua sekolah kini bergerak melakukan pembersihan lokasi sekaligus menginventarisasi kerusakan bangunan dan fasilitas. Data tersebut akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan biaya serta upaya perbaikan yang akan dilakukan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merespons kebutuhan rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal dengan aman dan nyaman.
Reporter: Heru Saputra ~ Redaktur: Yanto





