BERITASUKABUMI.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang bertugas di Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menghadirkan inovasi edukasi lingkungan yang kreatif dan bermanfaat. Mereka mengajak 130 siswa MI Kopeng mengubah sampah plastik yang sulit terurai menjadi ecobrick bahan bangunan ramah lingkungan yang dapat disulap menjadi berbagai benda pakai bernilai guna.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 ini melibatkan siswa kelas 3 hingga kelas 6, dan dirancang untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak usia dini melalui pendekatan belajar sambil berkarya.

Ketua KKN Girijaya UMMI, Muhammad Azmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap tumpukan sampah plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan, namun seringkali belum dikelola secara optimal.
“Kami ingin mengubah cara pandang anak-anak terhadap sampah plastik bukan lagi sebagai limbah yang langsung dibuang, melainkan sebagai bahan yang bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai. Melalui ecobrick, mereka belajar bahwa kreativitas bisa menjadi solusi nyata bagi masalah lingkungan di sekitar kita,” ujar Azmi.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan singkat tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan serta pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah. Mahasiswa kemudian memperkenalkan konsep ecobrick teknik memadatkan sampah plastik bersih ke dalam botol plastik bekas hingga keras dan padat, sehingga berfungsi seperti batu bata yang kuat.
Setelah memahami teorinya, seluruh siswa langsung diajak mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan bimbingan tim mahasiswa KKN. Suasana berlangsung hangat, antusias, dan penuh semangat kolaborasi. Anak-anak terlihat bangga saat berhasil mengisi botol-botol plastik dengan sampah yang mereka kumpulkan.
Hasil karya ecobrick tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Bersama mahasiswa, siswa menyusunnya menjadi beragam benda fungsional: pot tanaman cantik, kursi kecil, meja sederhana, hingga rak buku yang bisa langsung digunakan di lingkungan sekolah.
Karya-karya ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan secara sederhana, murah, namun tetap kreatif dan bermanfaat. Lebih dari sekadar kegiatan daur ulang, program ini menanamkan kebiasaan positif untuk berpikir ulang sebelum membuang sampah, serta mencari peluang pemanfaatan kembali yang ramah lingkungan.
“Kami berharap pengalaman berharga ini tidak berhenti di sini. Anak-anak bisa menerapkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah di rumah masing-masing, bahkan menularkan pengetahuan ini kepada keluarga dan teman-temannya. Langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar bagi kelestarian lingkungan kita,” tambah Azmi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Girijaya UMMI dan siswa MI Kopeng telah memberikan contoh nyata: dari sampah yang semula tak bernilai, bisa lahir karya yang bermanfaat; dari edukasi sederhana, tumbuh kepedulian yang mendalam terhadap bumi tempat kita tinggal. (Red)
Sumber: Tim KKN Girijaya UMMI





