BERITASUKABUMI.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) program One Village One Destination (OVOD) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 01 sukses merealisasikan program unggulan di bidang lingkungan. Mereka membangun lubang resapan biopori dan menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah di Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026).
Langkah ini menjadi jawaban atas permasalahan lingkungan yang selama ini dirasakan warga, yaitu minimnya tempat pembuangan sampah yang memadai serta kebutuhan pengelolaan resapan air yang lebih optimal guna mendukung sektor pertanian setempat.
Ryan Fadillah Nuryana, perwakilan Kelompok 01, menjelaskan program ini disebar secara merata ke empat dusun: Dusun Cisagu, Cibengang, Ciseureuh, dan Ciguyang. Mengingat jarak antar-dusun yang berjauhan, pemerataan fasilitas menjadi prioritas agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.
“Melihat kondisi di Desa Mekarsari yang belum memiliki fasilitas tempat sampah yang memadai, kami menempatkannya di titik kumpul warga yang sering dikunjungi, seperti Sekolah Dasar, Posyandu, dan area publik lainnya. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah membuang sampah pada tempatnya,” ujar Ryan.
Sebanyak 12 unit tempat sampah didistribusikan ke seluruh desa, dengan masing-masing 3 unit per dusun. Setiap unit dilengkapi dua tong terpisah untuk sampah organik dan non-organik, guna mengedukasi warga agar mulai memilah sampah sejak dini.
Selain tempat sampah, mahasiswa juga membangun sistem resapan biopori. Di setiap dusun dipasang dua pipa biopori dan satu ember resapan. Program ini disesuaikan dengan karakteristik warga yang mayoritas bermata pencaharian petani.
“Biopori ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga dirancang agar warga dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos alami. Hasilnya bisa langsung digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian mereka,” tambah Ryan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kesadaran warga Desa Mekarsari terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat. Fasilitas yang telah dibangun pun diharapkan dapat dijaga dan dirawat bersama, sehingga manfaat ganda pengelolaan sampah sekaligus penyediaan pupuk organik dapat dirasakan secara berkelanjutan. (Red)




