BERITASUKABUMI.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University Tahun 2026 meluncurkan program Sampah Jadi Ekonomi (SANG SAE) di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, guna meningkatkan kesadaran warga mengelola sampah organik agar bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Kegiatan dilaksanakan bertahap di tiga dusun: Dusun Cibutun (18 & 24 Juli), Dusun Citamiang (28 Juli), dan Dusun Cibeas (31 Juli 2026). Jumlah peserta masing-masing 12 orang, 16 orang, dan 24 orang.
Tantangan Pengelolaan Sampah di Desa
Pengelolaan sampah di Desa Sangrawayang masih menghadapi kendala, antara lain belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta rendahnya kesadaran memilah sampah sejak dari rumah. Sebagian warga masih membakar atau membuang sampah sembarangan yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan.
Edukasi dan Metode SABDO
Tim KKN-T IPB memperkenalkan metode SABDO, yaitu teknik pengomposan yang mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas untuk mendukung pertanian warga secara berkelanjutan. Program diawali sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga — membedakan sampah organik, anorganik, dan B3 — serta dampak buruk pengelolaan yang keliru.
Bangun Bak Komposting, Kades Resmikan
Sebagai perwujudan nyata, tim membangun bak komposting metode SABDO di Dusun Cibutun yang diresmikan Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar, pada 24 Juli 2026. Fasilitas ini diharapkan mengurangi sampah yang dibakar atau dibuang langsung ke alam. Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah sekaligus membagikan kantong sampah bagi warga.
Harapan Keberlanjutan Program
Koordinator Desa KKN-T IPB 2026, Abdurroyyan Raizal, menyampaikan bahwa program ini tak sekadar memberi edukasi, tetapi membangun kebiasaan warga mengelola sampah secara mandiri.
“Kami hadir untuk menciptakan Desa Sangrawayang yang lebih bersih dan nyaman, serta masyarakat yang peduli lingkungan. Semoga pemilahan sampah dan metode SABDO terus berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan sinergi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program SANG SAE diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Desa Sangrawayang yang bersih, sehat, produktif, serta berbudaya lingkungan. (Red)





