BERITASUKABUMI.ID – NYALINDUNG– Kondisi pembangunan Masjid yang berlokasi di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang belum selesai dan terhenti sejak lama, menggugah kepedulian Aliansi Cicurug Bersatu (A-Ciber) untuk bergerak. Melalui seruan publik yang disebarkan, kelompok masyarakat ini mengajak seluruh elemen warga untuk bergotong royong menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut, agar kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebaikan umat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan masjid yang berlokasi di wilayah Kecamatan Nyalindung ini masih berupa struktur fisik dasar dan dinding, namun belum mendapatkan penyelesaian atap, lantai, maupun fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan yang sempat direncanakan untuk menjadi sarana ibadah dan pendidikan agama ini akhirnya mangkrak dikarenakan kendala pendanaan dan belum tersalurkannya dukungan berkelanjutan.
Merespons kondisi tersebut, Aliansi Cicurug Bersatu berinisiatif menggalakkan gerakan sosial keagamaan bertajuk “Masjid adalah Rumah Allah, Mari Kita Hidupkan Untuk Masa Depan Umat”. Seruan ini disebarkan luas dengan harapan menjadi pemicu semangat kebersamaan warga untuk saling bahu-membahu.
Koordinator Aliansi Cicurug Bersatu, Sandi Irawan menyampaikan bahwa masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat peradaban dan cahaya kebaikan di tengah masyarakat. Dibiarkannya bangunan ini terbengkalai bertentangan dengan nilai kepedulian dan peran masjid sebagai wadah persatuan umat.
“Kami bertanya, kapan kita harus bergerak jika bukan sekarang? Masjid Cisayar Nyalindung ini sudah lama mangkrak. Padahal keberadaannya sangat dibutuhkan warga sekitar untuk beribadah maupun kegiatan pendidikan agama anak-anak. Maka dari itu, kami mengajak semua pihak, baik perorangan, tokoh masyarakat, maupun dunia usaha untuk turut andil,” ujar koordinator aliansi, Kamis (14/05/26).
Gerakan ini membuka peluang partisipasi luas bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Mulai dari donasi dana, sumbangan material bangunan, tenaga kerja sukarela, hingga doa bersama. Prinsip yang diusung adalah “Bangun dengan Niat Ibadah, Bersama Kita Bisa”, menegaskan bahwa kontribusi sekecil apa pun bernilai besar di sisi Allah SWT.
“Jangan tunda kebaikan. Kami tekankan, masjid bukan hanya milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh umat Islam. Mari kita hidupkan kembali masjid ini agar menjadi tempat berkumpul, beribadah, dan berbagi kebaikan bagi warga Kecamatan Nyalindung,” tambahnya.
Seruan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Warga berharap inisiatif ini menjadi contoh nyata kekuatan persatuan masyarakat Cicurug dalam menjaga dan memajukan sarana keagamaan di wilayahnya.
Penulis: Yanto





