BERITASUKABUMI.ID – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cicurug memanggil para kepala sekolah yang berada di wilayahnya untuk mencari solusi dalam pencegahan aksi tawuran yang dilakukan para pelajar.
Pasalnya, aksi tawuran antar pelajar belakang ini kerap terjadi di wilayah Cicurug, hingga banyak yang terluka. Dengan maraknya kasus tawuran antar pelajar yang terjadi di wilayah Kecamatan Cicurug akhir-akhir ini sungguh sangat memprihatinkan dan menggugah rasa kepedulian dari berbagai pihak, salah satunya dari Relawan Cicurug Peduli dan Forkopimcam Cicurug.
Melalui musyawarah, akhirnya Forkopimcam Cicurug mengundang seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Cicurug untuk hadir dalam rapat koordinasi yang bertema “Stop Tawuran” yang bertempat di Aula Gedung Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (08/02/23).
Camat Cicurug, Ading Ismail mengatakan, pihaknya merespon cepat usulan dari Relawan Cicurug Peduli untuk mengundang para kepala sekolah se-Kecamatan Cicurug beserta Ketua PGRI-nya.
“Iya, atas dasar inilah kami selaku pembina di Kecamatan Cicurug merasa berkewajiban untuk berkoordonasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengantisipasi terjadinya tawuran antar pelajar di wilayah Kecamatan Cicurug,” ujarnya kepada beritasukabumi.id.
Menurutnya, dengan sering terjadi tawuran antar pelajar, dirinya turut prihatin dan langsung mencari solusi agar hal tersebut tidak terulang kembali dikemudian hari.
“Dari hasil rapat dengan para kepala sekolah, kami sepakat akan membentuk satgas pelajar yang akan melibatkan dari berbagai unsur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Cicurug, Ridwan Rustandi mengatakan, dalam rapat kali ini ada 56 kepala sekolah serta guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) yang hadir diantaranya dari tingkat SMP, Tsanawiyah, MA, SMK dan SMA.
“Dari pertemuan musyawarah ini nantinya akan dibentuk Satgas pelajar gabungan agar maraknya aksi tawuran antar pelajar di Cicurug bisa diantisipasi,” kata dia.
“Untuk Ketua satgas itu sendiri yaitu diserahkan kepada Ketua PGRI, serta penanggung jawab dari pihak Forkopimcam dibantu olah Bhabinkamtibmas, Babinsa, Relawan Cicurug Peduli serta dari perwakilan guru dari masing-masing sekolah,” tambahnya.
Menurutnya, selama ini satgas di sekolah masing-masing sudah terbentuk namun hanya di ruang lingkup internal sekolah saja. Namun, untuk pembentukan satgas kali ini lebih kepada pengawasan di luar sekolah secara bersama-sama.
“Nah, kegiatan satgas ini nanti akan berpatroli di jam-jam rawan dan standby di titik-titik tertentu yang sering dijadikan tempat tawuran,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto





