BERITASUKABUMI.ID – Jembatan penghubung dua desa yang terletak di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi nyaris ambruk lantaran tiang penyangga di jembatan itu patah akibat dihantam luapan air sungai Cimandiri.
Jembatan tersebut tepatnya berada di Kampung Caringin RT 20/06, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Ofieq mengatakan, peristiwa patahnya penyangga atau pondasi jembatan itu terjadi pada Sabtu, 24 September 2022 sekitar pukul 00.30 WIB dini hari yang disebabkan hujan deras sehingga sungai Cimandiri debit airnya meningkat dan menghantam pondasi jembatan yang posisinya berada di tengah sungai.
“Akibat hujan deras yang terjadi kemarin sore mengakibatkan banjir dari luapan sungai Cimandiri sehingga jembatan penghubung dua desa tiang penyangganya patah dan terbawa arus sungai,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut sebagai penghubung Desa Caringin Kecamatan Gegerbitung dan Desa Cireunghas Kecamatan Cireunghas, terlebih jembatan tersebut sebagai akses jalan warga masyarakat sekitar.
“Panjang patahan jembatan tersebut sekitar 15 meter, dan satu tiang penyangga mengalami patah dan terbawa arus sungai Cimandiri,” kata dia.
Lanjutnya, derasnya arus sungai Cimandiri berakibat pondasi jembatan tersebut tergerus air, untuk penanganannya kini material yang diperlukan sekarang ini yaitu beronjong sebanyak 100 buah untuk menahan tebing sungai dan untuk penahan penyangga jembatan.
“Adapun kerugian akibat dari putusnya jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta, dan 20 hektare sawah terancam gagal panen karena digenangi air serta untuk sementara jembatan tersebut ditutup,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto





