BERITASUKABUMI.ID – Ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Pajagan, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan sejumlah pengguna jalan. Kemacetan parah yang terjadi secara rutin setiap sore, bertepatan dengan jam pulang kerja karyawan PT YJG, telah lama dikeluhkan dan dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas serta aktivitas masyarakat sekitar.
Sejak bertahun-tahun lalu, fenomena kemacetan ini sudah menjadi pemandangan biasa di ruas jalan utama tersebut. Berdasarkan keluhan sejumlah pengendara yang kerap melintas di jalur ini, kepadatan kendaraan mulai terasa signifikan saat mendekati waktu kepulangan karyawan pabrik garmen yang berlokasi di Desa Benda itu. Arus kendaraan yang tadinya berjalan lancar, tiba-tiba melambat drastis bahkan berhenti sesekali, menciptakan antrean panjang yang membentang cukup jauh.
Salah seorang pengendara, Andri (32), yang sehari-hari melintas di jalur tersebut untuk keperluan pekerjaan, mengungkapkan rasa frustrasinya. “Setiap sore jam 17.00 wib ke atas, jalur ini pasti macet parah. Padahal ini jalan nasional, jalur utama penghubung Sukabumi dan Bogor, tapi kami harus terjebak berjam-jam hanya karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk atau menunggu karyawan pulang kerja di sekitar pabrik itu,” ujarnya, Jumat (29/05/26).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan lain. Mereka menilai bahwa kemacetan ini bukan hanya membuang waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas mengingat jalan nasional tersebut memiliki arus lalu lintas yang padat dengan beragam jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, hingga kendaraan barang besar. Selain itu, polusi udara akibat kendaraan yang berhenti-berjalan dalam waktu lama juga dirasakan mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
PT YJG sendiri merupakan salah satu perusahaan besar di wilayah Kecamatan Cicurug yang mempekerjakan ribuan tenaga kerja. Jumlah karyawan yang besar ini tentu berdampak pada lonjakan volume kendaraan, baik yang dikendarai langsung oleh karyawan maupun kendaraan penjemput, pada jam-jam tertentu. Namun, hingga saat ini, belum ada solusi nyata yang diterapkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi berulang kali tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, maupun manajemen perusahaan, dapat duduk bersama mencari jalan keluar. Usulan yang sering disampaikan antara lain pengaturan jam pulang kerja yang bertahap, pengaturan arus keluar masuk kendaraan di sekitar kawasan pabrik, hingga pengawalan lalu lintas pada jam-jam rawan kemacetan.
Hingga berita ini diturunkan, kemacetan rutin di ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor pada jam pulang kerja karyawan PT YJG masih terus terjadi dan menjadi masalah yang belum terselesaikan, menanti perhatian serius dari pihak berwenang demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (Red/Tim)




