BERITASUKABUMI.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk membangun wilayahnya menjadi lebih maju, berprestasi, berakar budaya, dan penuh berkah. Berbagai sektor menjadi fokus perhatian, salah satunya perdagangan bahan pangan pokok yang menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan harga serta mengendalikan laju inflasi.
“Kita menyadari bahwa menjelang momen hari raya, tren kenaikan harga sering terjadi. Untuk itu, langkah operasi pasar murah akan kita gencarkan sebagai upaya penstabilan,” terang Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran perangkat daerah di Pendopo Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (13/2/2026).

Tak berhenti pada kegiatan pasar murah konvensional, Pemkab Sukabumi juga telah meluncurkan inisiatif baru berupa kendaraan khusus bernama “Mobil Sabumi”. Kendaraan ini difungsikan untuk membawa beragam kebutuhan sembako dengan harga terjangkau hingga ke pelosok wilayah yang sulit dijangkau.
“Kendaraan ini telah mulai beroperasi untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil, sehingga akses terhadap bahan pokok murah tidak lagi menjadi kendala jarak,” jelasnya.
Selain urusan pangan, penataan kawasan wisata pantai juga menjadi bagian penting dari agenda strategis. Rencana pembersihan dan pengelolaan kawasan pantai akan segera digelar guna menjaga keindahan alam serta kelestarian ekosistem pesisir, dengan melibatkan berbagai unsur perangkat daerah terkait.
“Kegiatan pembersihan pantai telah dijadwalkan berlangsung pada Rabu depan, jika tidak ada halangan teknis. Kita berharap upaya ini dapat membuat pantai-pantai di Sukabumi semakin bersih, nyaman untuk dikunjungi, dan lestari untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Percepatan pembangunan infrastruktur juga terus didorong secara konsisten. Baik infrastruktur jalan raya maupun sarana prasarana publik lainnya menjadi fokus, termasuk pembangunan hunian sementara (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kami telah memberikan instruksi tegas kepada dinas terkait untuk mempercepat tahapan pelaksanaan proyek jalan. Termasuk juga penyelesaian pembangunan huntap agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak,” paparnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Pemkab Sukabumi merencanakan kegiatan muhibah yang telah menjadi tradisi tahunan. Pada tahun ini, kegiatan tersebut akan diselenggarakan di 10 titik berbeda dengan konsep yang lebih bervariasi dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Insya Allah, kegiatan muhibah akan tetap digelar selama Ramadan. Kali ini kita akan mengusung konsep yang sedikit disesuaikan agar lebih optimal dalam memberikan manfaat,” jelas Bupati Asep.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan serangkaian imbauan terkait penyelenggaraan bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha kuliner dan tempat hiburan malam untuk mematuhi peraturan penutupan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Perlu kiranya para camat dan perangkat desa meningkatkan pengawasan terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah masing-masing. Khususnya mengantisipasi peredaran minuman keras dan zat terlarang, serta mencegah terjadinya kerusuhan yang sering terjadi setelah salat tarawih. Mari kita sama-sama menyambut bulan suci dengan penuh kebaikan dan kedamaian,” tegasnya.
Selain itu, para camat juga diimbau untuk secara berkala melakukan pemeriksaan terhadap akses jaminan kesehatan bagi masyarakat, serta selalu bersikap proaktif dalam memberikan pelayanan publik.
“Kolaborasi antar instansi dan tingkat pemerintahan sangat diperlukan. Pastikan setiap program dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat,” pungkasnya. (Red)





