BERITASUKABUMI.ID – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cicewol yang berlokasi di Kampung Cicewol RT 04/04, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi kini sudah mulai dilakukan realisasi pembangunan.
Sebelumnya dua ruangan kelas di sekolah tersebut sempat ambruk akibat lapuknya dimakan usia pada Rabu, 16 November 2022 lalu.
Kepala Sekolah SDN Cicewol, Ateng Sukandar mengatakan, terbengkalainya bangunan tersebut sudah berjalan setahun yang lalu dan di bulan November 2023 ini baru terealisasi.
“Kami dari pihak sekolah sudah sejak lama menunggu agar realisasi pembangunan ruang kelas ini bisa secepatnya dilaksanakan dan baru di bulan November ini pembangunannya bisa terealisasikan berkat dorongan dari semua pihak,” ujarnya kepada beritasukabumi.id, Senin (27/11/23) kemarin.
“Alhamdulillah, dua ruangan kelas bisa dibangun sesuai dengan permintaan dari pihak sekolah yaitu dengan dilakukan pengecoran dan perlengkapan mebeler,” tambahnya.
Menurutnya, bahwa pengecoran dak ini dengan tujuan nanti kedepannya bisa dilakukan pengajuan untuk Ruang Kelas Baru (RKB), karena mengingat di SDN Cicewol ini tidak mempunyai lahan yang kosong. Sehingga harapannya bahwa pembangunan renovasi hari ini bisa semaksimal mungkin pekerjaannya.
“Mengenai pembangunan renovasi bangunan ini semaksimal mungkin pengerjaannya harus sesuai dengan RAB yang sudah ditentukan. sehingga kami memohon kepada rekan-rekan yang paham mengenai kwalitas bangunan untuk bisa membantu pengontrolan supaya kwalitasnya bagus, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak kedepannya,” ucapnya.
Menurutnya, jika pembangunan renovasi bangunan ruang kelas ini tidak sesuai dengan RAB, maka pihak sekolah sebagai penerima manfaat akan melakukan penegoran kepada pihak pelaksana.
“Untuk sekarang ini karena baru 15 hari pekerjaan saya lihat belum ada hal-hal yang aneh, baik dari material besi, pasir dan bata merah tapi kalau semen terlihat menggunakan semen Garuda,” bebernya.
Hal lain mengenai bentangan balok untuk pengecoran dak ini cukup panjang, sehingga perlu kwalitas besi yang sesuai dengan spek, sedangkan untuk tiang-tiang tidak ada penambahan dan menggunakan tiang- tiang yang ada.
“Kenapa tidak ada penambahan tiang, mungkin patokannya bangunan yang sudah ada, sehingga tidak ada suntikan tiang lagi dibangunan ini, mungkin konsultan sudah bisa mengukur kekuatan tiang-tiang yang ada untuk menahan beban coran nantinya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV atau pelaksana di lapangan tidak memberikan keterangan apapun, karena tidak ada di tempat.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Yanto




