Berita Sukabumi
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Berita Sukabumi
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Cegah Stunting, UPTD Puskesmas Cicurug Bersama RS Bhakti Medicare Lakukan Hal Ini

by admin
Agustus 4, 2023
in Pemerintahan
0 0
Cegah Stunting, UPTD Puskesmas Cicurug Bersama RS Bhakti Medicare Lakukan Hal Ini
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BERITASUKABUMI.ID – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cicurug bekerjasama dengan RS Bhakti Medicare Cicurug (BMC) mengadakan kegiatan konsultasi dan screning terkait masalah gizi dan stunting terhadap balita tepatnya di Kantor Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (04/08/23)

Kepala UPTD Puskesmas Cicurug, dr Nina Suminarsih melalui Kasubag Tata Usaha, Hani Sadiah mengatakan, bahwa kegiatan konsultasi gizi balita ini bersama DR. dr Rahmini S.SpA dari RS Bhakti Medicare Cicurug yang sudah dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Kutajaya dengan sasaran kepada 34 balita dan Desa Benda 32 balita serta sekarang ini di Kelurahan Cicurug.

“Permasalahan gizi terhadap balita ini yaitu, masalah gizi dengan status stunting, status gizi kurang serta dengan kasus status gizi buruk,” ujarnya kepada beritasukabumi.id.

BacaJuga

BAZNAS Kab. Sukabumi Dapat Tambahan Ambulans, Wabup Tekankan Operasional Profesional dan Tepat Sasaran

Pemerintah Desa Bangbayang Aspal Jalan 600 Meter di RT 03/04, Gunakan Anggaran Banprov

Budi Azhar Mutawali dan Asep Japar Mendampingi Kapolda Jabar untuk Pengecekan Kesiapan Operasi Lilin Lodaya 2025 di Cisolok

Lanjutnya, bahwa untuk di Kelurahan Cicurug ini dengan sasaran kepada 28 orang balita yang sebagai lokus percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.

“Untuk tambahan makanan untuk balita stunting ini ada yang melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dengan pendanaan dari DAK non fisik tahun 2023 di mana pada bulan Agustus ini sudah masuk pada putaran ke dua, serta melalui program Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi ke UPTD Dalduk yang telah menyalurkan bantuan sosial kepada Keluarga Resiko Stunting (KRS) yang berada di wilayah Kecamatan Cicurug serta bantuan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), “ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini bahwa stunting bisa ada penurunan walaupun di Kecamatan Cicurug cakupannya hanya 377 orang diangka 3 persen lebih.

“Akan tetapi secara nyata ini masih belum pasti, namun secara realita mudah-mudahan tidak sampai diangka 14 persen secara nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RS Bhakti Medicare, DR. dr Rahmini S. Spa mengatakan, sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bahwa ada beberapa desa di Kecamatan Cicurug dengan adanya lokus stunting sehingga dilakukan screening untuk upaya menurunkan angka stunting tersebut.

“Iya tujuan dengan adanya screening ini untuk mengetahui berapa persen yang ada di Kecamatan Cicurug terkait stunting ini, sehingga saya berupaya untuk terjun langsung ke lapangan,” kata dia.

Menurutnya, inti dari stunting ini yaitu bagaimana cara pengukuran dan penimbangannya serta alat yang digunakannya juga benar, sehingga dengan cara yang benar akan bisa diketahui apakah balita ini stunting atau stunted.

“Kalau stunted adalah perawakan pendek, ada juga gizi kurang atau yang saya temukan yaitu gagal tumbuh,” ujarnya.

Lanjutnya, dari hasil screening di tiga lokasi ini dirinya belum bisa memberikan jumlah persentase balita yang mengalami stunting atau stuted, jadi harus bisa membedakan bahwa balita tersebut mengalami stunting atau stunted.

“Kalau yang stunting ini kita membutuhkan data, baik tinggi badan, berat badan sampai tinggi badan orang tua itu yang harus saya konfirmasi terlebih dahulu sesuai data sebelumnya,” ungkapnya.

Bahwa intinya ada beberapa faktor stunting ini terutama yaitu masalah asupan gizi makanan yang terganggu akibat dari infeksi seperti batuk pilek terhadap anak, riwayat penyakit serta pola asuh ini sangat mempengaruhi juga.

“Mudah-mudah dengan target 3 bulan ini bisa ada perubahan melalui kegiatan seperti ini, dengan melakukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala,” pungkasnya.

Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Yanto

Tags: Kecamatan CicurugRS Bhakti Medicare CicurugStuntingsukabumiUPTD Puskesmas Cicurug
Previous Post

Jurnalis Republika Ditendang Pengamanan VVIP Kunjungan Jokowi, Alami Memar dan Kesakitan

Next Post

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak

Next Post
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tumpukan Sampah di Cicurug Keluarkan Bau Tak Sedap, Kadis DLH Tak Respon Saat Diminta Tanggapan

    Tumpukan Sampah di Cicurug Keluarkan Bau Tak Sedap, Kadis DLH Tak Respon Saat Diminta Tanggapan

  • Ini 10 Pondok Pesantren Terfavorit di Sukabumi, Cek Nama dan Lokasinya

  • BAZNAS Kab. Sukabumi Dapat Tambahan Ambulans, Wabup Tekankan Operasional Profesional dan Tepat Sasaran

  • Musrenbang Desa Bangbayang: Membangun Masa Depan dengan Partisipasi Masyarakat

  • Butuh Hunian Nyaman untuk Keluarga? Perumahan Benteng Royal Residence Solusinya!!

Berita Sukabumi

© 2022 | Beritasukabumi.id

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Jelajah
  • Nasional
  • Sukabumi
  • Ragam
  • Pemerintahan
  • Olahraga

© 2022 | Beritasukabumi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In