BERITASUKABUMI.ID – Hasil produksi panen tanaman cabai kurang maksimal dan nyaris gagal panen dampak dari hektaran lahan pertanian cabai tersebut diserang Hama ulat, tepatnya di wilayah Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (12/03/23).
Menurut informasi yang dihimpun beritasukabumi.id salah seorang petani cabai Sobari (56) mengatakan, akibat dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sukabumi sehingga berdampak pada hektaran tanaman cabe terkena serangan hama ulat.
“Para petani cabai di Kampung Selaeurih, RT 03/RW 07, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja mengeluhkan akibat serangan hama ulat tersebut, hama ulat seperti itu, dampaknya yaitu banyak buah cabai menjadi rusak,” ujarnya.
Lanjutnya, bahkan banyak tanaman cabai yang siap dipanen membusuk, hingga akan menyebabkan gagal panen.
Menurutnya, sekitar 5 hektare lahan tanaman cabai hanya sekitar 1 hektar tanaman cabai yang bisa dipanen oleh para petani, jika tidak diserang hama, mayoritas para petani bisa menghasilkan sebanyak 1 ton cabai jenis kriting dalam 1 kali panen.
“Dari 5 hektare itu, paling bagus juga hanya 1 hektare atau seperempat hektare lahan yang siap dipanen, kalau diserang hama seperti ini panen raya cabai sekarang hanya kemungkinan akan menghasilkan sekitar 2 kwintal saja,” kata dia.
Menurutnya, untuk mengantisipasi ancaman gagal panen kali ini para petani telah melakukan berbagai upaya yaitu salah satunya dengan memberikan obat pembasmi hama.
“Kita upayakan dengan menyemprotkan pestisida untuk tanaman cabai. Namun, upaya tersebut tidak bisa serta merta memberantas hama ulat secara menyeluruh” ungkapnya.
Dengan melakukan penyemprotan ini biaya untuk pemeliharaan juga jadi membengkak, tetapi hama ulat masih tetap ada ditanaman cabai tersebut.
“Memang kendala saat musim hujan ini memang paling rawan serangan hama pada tanaman sayuran terutama hama jenis ulat,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman
Redaktur: Herwanto




