BERITASUKABUMI.ID – Siti Nurlida (41) warga Kampung Elos RT 31/07 Desa Titisan Kecamatan Sukalarang, seorang TKW dikabarkan meninggal dunia di Dubai Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut informasi yang dihimpun beritasukabumi.id, Korban diduga telah mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dengan melompat dari gedung lantai Lima. Peristiwa tragis tersebut, sempat viral di media sosial (Medsos) Facebook dan group WhatsApp.
Dalam unggahan akun Gustia Rahayu yang merupakan teman korban yang disertai dengan foto korban menuliskan.
Assalamuallaikum.
Inalillahi wainna illaihi rojiu.
Bagi siapa yg kenal atau keLuarga Dari
NAMA:PARIDA
ALAMAT:SUKABUMI, SUKARAJA.
Menurutnya, bahwa dirinya merupakan buruh migran asal Lampung yang juga teman korban mengatakan, korban diduga melakukan bunuh diri akibat mengalami stres tidak bisa membayar kontrakan.
“Korban tinggal mengontrak bersama pacarnya warga Pakistan. Namun, pacarnya tidak bertanggung jawab dan kabur sehingga tidak bisa membayar kontrakan selama tiga bulan terakhir,”ujar Gustia.
Karena tidak bisa membayar kontrakan, sambung Gustia, pemilik kontrakan langsung marah kepada korban. Bahkan, korban sempat disekap serta tidak diberi makan.
“Setelah satu minggu kemudian, saya terkejut melihat jasad korban terkapar di tanah dengan kondisi mengkhawatirkan,” bebernya.
Lanjutnya, korban diduga terpaksa mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari atas gedung lantai 5 sebab korban tidak memiliki solusi lain.
“Korban ditemukan bunuh diri pada Selasa (07/02/23) sekitar pukul 03:00 WIB dini hari, dan sempat dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong. Karena, kepalanya pecah,hingga otaknya keluar,”kata dia
Semasa hidupnya, ia mengaku tidak begitu dekat dengan korban. Mereka memiliki kesibukan masing-masing dan hanya bertukar kabar via chatting aplikasi WahtasApp saja.
“Dokumen identitas dan yang lainnya milik korban tidak dapat ditemukan. Korban merupakan TKW migran ilegal, Jadi TKW status Ilegal itu identitasnya tidak ada, jadi polisi mau mengirim kabar ke Indonesia pun susah. Makanya, jasad korban dimakamkan di kuburan massal khusus buat TKW ilegal di Dubai,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukalarang, Polres Sukabumi Kota, AKP Asep Jenal Abidin mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait viralnya informasi seorang buruh migran yang dikabarkan meninggal dunia di Dubai itu, ia langsung menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menelusuri kebenaran dari informasi tersebut.
“Iya, kita bersama semua anggota langsung menelusuri berbagai keterangan yang didapatkan, hingga akhirnya berhasil menemukan pihak keluarga korban yang berada di wilayah Kecamatan Sukalarang,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang didapat pihak kepolisian dari pihak keluarganya, bahwa saat korban berangkat ke luar negeri telah meninggalkan suami dan anaknya. Korban pergi untuk bekerja ke luar negeri menggunakan jalur ilegal atau tidak resmi.
“Pihak keluarga pun membenarkan bahwa foto yang ramai diunggah di media sosial Facebook tersebut adalah Siti Nurlida (41),” imbuhnya.
Menurutnya, bahwa mereka sudah mengetahui bahwa korban sudah meninggal dunia.
“Jadi informasi awalnya, memang korban merupakan pekerja migran ilegal dan ia sering pindah-pindah tempat kos dan kabur-kaburan,” pungkasnya.
Reporter: Usep Suherman || Redaktur: FK Robbi




