BERITASUKABUMI.id – Kembali terjadi aksi premanisme terhadap profesi jurnalis saat sedang menjalankan tugas peliputan di Sukabumi, dengan adanya aksi tersebut tentunya menuai kecaman dari berbagai organisasi wartawan salahsatunya daru Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Sukabumi Raya.
Kali ini kekerasan tersebut menimpa wartawan media online jurnalsukabumi.com, Ilham Nugraha yang terjadi sekitar pukul 19:30 WIB malam tadi. Saat meliput peristiwa jatuhnya pengendara motor ke Sungai Cimandiri, di Jembatan Bagbagan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
“IJTI Korda Sukabumi Raya mengecam semua bentuk kekerasan atau aksi premanisme terhadap wartawan,” ungkap Ketua IJTI Korda Sukabumi, Apit Haeruman, Selasa (14/06/22).
Menurut dia, terjadinya pengeroyokan tersebut pada saat Ilham melakukan peliputan jatuhnya korban pengendara ke sungai Jembatan Bagbagan, namun ada beberapa Orang Tak Dikenal (OTK) menghadangnya dan meminta untuk tidak mengambil gambar.
“Saya rasa Ilham sudah menjalankan tugas jurnalisnya dengan benar, bahkan katanya ia sudah menuruti kemauan mereka (OTK) untuk tidak mengambil gambar. Namun sayangnya Ilham malah dikeroyok sekitar 15 orang hingga menderita luka cukup serius di bagian kepala dan punggung,” tutur Apit.
Maka dari itu, dirinya mendukung pihak kepolisian Resort Sukabumi secepatnya mengungkap kasus ini dan menghentikan aksi premanisme dan kekerasan terhadap saudara Ilham.
“Aksi premanisme terhadap jurnalis itu tidak sepatutnya terjadi. Karena profesi jurnalis dilindungi oleh Undang Undang No. 40 tahun 1999 tentang pers,” tutup Apit mengakhiri.
Redaktur: MS. Fais




