BERITASUKABUMI.ID – Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug di bawah kepemimpinan Kepala Desa Agus Setiagunawan kembali menorehkan prestasi gemilang. Setelah meraih puluhan penghargaan sejak tahun 2023, desa ini kembali mendapat apresiasi bergengsi sebagai Smart Village Sukabumi 2026, sebuah penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Purwasari sebagai salah satu desa terdepan dalam penerapan teknologi dan inovasi pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi, beriringan dengan Desa Kalapanunggal yang juga meraih penghargaan serupa.
Kepala Desa Purwasari, Agus Setiagunawan, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk mempercepat berbagai program unggulan desa. Menurutnya, langkah strategis telah disiapkan jauh hari sebelumnya dengan membentuk Tim Khusus yang beranggotakan para intelektual lokal dari Ikatan Sarjana Desa Purwasari (ISDP). Tim ini bertugas menyelaraskan seluruh rencana kerja agar sejalan dengan standar dan indikator keberhasilan yang dipersyaratkan dalam anugerah Smart Village.
“Kami membentuk tim khusus dari ISDP, dan hasilnya sudah terlihat jelas. Perencanaan kami meliputi penyediaan sarana digitalisasi, peningkatan akses internet yang lebih luas dan mudah, hingga penyusunan kurikulum pelatihan berbasis teknologi bagi warga. Kami juga berencana membentuk tim pemasar digital untuk mendukung UMKM desa, serta menyiapkan ruang kendali khusus untuk memantau keamanan dan lingkungan desa secara digital,” ungkap Agus saat dihubungi.
Semangat adaptasi terhadap teknologi ini, menurut Agus, terinspirasi dari sosok B.J. Habibie yang dikenal dengan kecerdasannya, serta karakter fiksi legendaris MacGyver—tokoh serial televisi tahun 90-an yang piawai, sigap, dan mampu memecahkan masalah dalam kondisi apa pun. Filosofi inilah yang ingin ditanamkan Agus kepada seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa.
“Desa Purwasari harus bisa adaptif terhadap teknologi. Saya ingin warga dan aparat tidak hanya bisa menggunakan alat canggih, tetapi juga cerdas memanfaatkannya untuk kemajuan bersama, seperti prinsip yang ditunjukkan oleh tokoh idola saya itu,” tambahnya sambil bercanda saat masih sibuk menangani evakuasi bencana longsor beberapa waktu lalu.
Sebagai wujud nyata akselerasi program, dalam waktu dekat Desa Purwasari akan segera menggelar Pelatihan Berbasis Internet Tahap Pertama. Kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan digital, mulai dari dasar penggunaan internet, keamanan data, hingga cara memasarkan produk secara daring. Program ini merupakan uji coba awal yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia desa.
Tak hanya mengandalkan kekuatan internal, Kades Agus juga bergerak cepat (gercep) menjalin kerja sama akademik. Ia telah berkomunikasi dengan para pakar dan akademisi dari STIE Trianandra serta rekan-rekannya di Universitas Trisakti Jakarta untuk mendapatkan masukan, penyempurnaan perencanaan, dan pendampingan teknis. Dukungan dari perguruan tinggi juga terus diharapkan, di mana tim dari Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dijadwalkan akan segera berkunjung ke Purwasari untuk melakukan kajian dan verifikasi lebih lanjut.
Dengan berbagai langkah terstruktur dan visi yang jelas, Desa Purwasari kini melangkah lebih mantap. Penghargaan Smart Village 2026 menjadi bukti bahwa desa ini tidak hanya bertransformasi menjadi desa yang cerdas dan modern, tetapi juga menjadi model pembangunan desa yang mandiri, inovatif, dan sejahtera. (Yanto)




