BERITASUKABUMI.ID – Persoalan kekeringan yang menimpa warga Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas,Kabupaten Sukabumi semakin terasa dan dikeluhkan warga. Meski Pemerintah Desa Ciwaru Pada tahun 2021 pernah mendapatkan bantuan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Hal ini menuai sorotan dan tanggapan dari Forum Masyarakat Ciwaru yang diduga pembangunan PAMSIMAS mangkrak yang berlokasi di Kampung Nangkaleah, Desa Ciwaru, yang tidak ada aktivitas dan bertumpuknya bahan material dan pipa besar.
“Pembangunan PAMSIMAS ini mangkrak, Kami tak melihat tidak ada aktivitas dan tidak adanya air yang mengalir, padahal anggarannya pun lumayan hingga ratusan juta,” ungkap Ketua Forum Masyarakat Ciwaru Robbi.
Berdasarkan data PUPR Keputusan Direktur Cipta Karya No 23/KPTS/DC/2021 Tentang Penetapan dan Jumlah Loaksi Kegiatan Padat Karya Tahun 2021 dengan nilai Rp 11 Miliar di Kabupaten Sukabumi terbagi 48 desa, diantaranya Ciwaru. Hal ini sudah jelas bahwa pembangunan PAMSIMAS mangkrak dan tak berjalan.
“Setelah kami ke lokasi, itu bangunan yang awal atau dulu bukan bangunan baru, PAMSIMAS ini tujuannya sanitasi yang bisa mengaliri air ke warga, apalagi musim kemarau begini. Kami meminta Kejaksaan atau Polres Sukabumi untuk megusutnya,” katanya.
Menurut Robbi, yang paling parah lagi jika dicari dalam Google Maps dengan pencarian PAMSIMAS, di Ciwaru tidak ditemukan alamat dan lokasi, berbeda dengan desa lain yang memang ada pemabangunannya.
“Ini kan parah sekali, pembangunan mangkrak dan tak berjalan yang merugikan masyarakat susah mendapatkan air bersih. Ini sudah Tahun 2023. Padahal tahu 2021 mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.
Redaktur: FKR





